12 Penemuan Ilmiah Terbaru, AI Pembaca Pikiran hingga Obat HIV

banner 468x60

JAKARTA – Para ilmuwan di seluruh dunia terus berupaya menciptakan teknologi baru di berbagai bidang. Mulailah dengan belajar tentang pengobatan penyakit yang tidak dapat disembuhkan.

Beberapa penemuan tersebut dapat digunakan, sedangkan sisanya masih terus dikembangkan untuk mendapatkan metode terbaik.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Report of the Week, Jumat (24/11/2023), berikut 12 penemuan ilmiah baru dari berbagai bidang.1. Penyembuhan no

Kerusakan terumbu karang, sebuah ekosistem di laut, akan meningkat seiring dengan meningkatnya perubahan iklim dan polusi air yang parah. Tanpa intervensi, kondisi terumbu karang akan terus memburuk dan kehidupan laut akan punah.

Untuk mengatasi masalah tersebut, para ilmuwan mencetuskan ide coral gym, yaitu laboratorium untuk memperkuat karang. Tujuannya untuk melatih karang agar bisa bertahan dalam kondisi ekstrim. “Salah satu hal yang kami lakukan di laboratorium ini adalah memaparkan mereka pada kondisi lingkungan yang berbeda dan menilai mana yang lebih kuat,” kata Ian Enochs, pemimpin Program Karang di Laboratorium Oseanografi dan Meteorologi Atlantik milik Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional.

Dalam hal ini para peneliti menciptakan matriks akuarium yang kompleks, untuk menunjukkan berbagai jenis karang di lingkungan yang berbeda, tanpa mengetahui bagaimana mereka akan bertahan hidup, namun mereka akan membantu melakukannya.

2. Kecerdasan buatan untuk menemukan alien

Para ilmuwan telah mengembangkan model kecerdasan buatan yang dapat mendeteksi kehidupan di luar bumi. Algoritme ini dapat membedakan 90% sampel yang berasal dari biologis dan non-biologis, setelah dilatih dengan sel hidup, fosil, meteorit, dan bahan kimia laboratorium.

“Dengan kata lain, metode ini seharusnya bisa melihat kehidupan di luar bumi dan kehidupan di Bumi,” kata Robert Hazen, salah satu penulis studi tersebut, dilansir Live Science.

Mesin tidak perlu mencari detail spesifik, tetapi mencari perbedaan antar sampel.

“Hasil ini berarti kita dapat melihat bentuk kehidupan di planet lain dan organisme lain, meskipun mereka sangat berbeda dengan kehidupan yang kita kenal di Bumi,” lanjut Hazen.

Dan jika tanda-tanda kehidupan ditemukan di tempat lain, manusia akan dapat menentukan apakah kehidupan di Bumi dan planet lain berasal dari asal usul yang sama atau berbeda.

3. Vaksinasi punggung

Para ilmuwan telah menemukan cara untuk mengurangi respon imun pada orang dengan penyakit autoimun dengan menggunakan vaksin retrograde. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Biomedical Engineering, sistem kekebalan merespons sinyal tertentu dari penyerang seperti virus dan bakteri yang disebut antigen, namun beberapa sel bereaksi dengan resistensi terhadap antigen itu sendiri, molekul dalam sel kita sendiri. Pada penyakit autoimun, sel-sel kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan tubuh pasien sendiri.

Penelitian baru ini bekerja dengan mengirimkan autoantigen ke hati, di mana sel-sel kekebalan menyerap autoantigen dan kemudian membungkam sel T yang dapat menargetkan molekul-molekul tersebut. “Percobaan dilakukan dengan tikus. Metode yang digunakan menjanjikan, dan mungkin dapat ditoleransi dengan lebih baik,” kata ahli saraf dan neuroimunologi AM Rostami kepada Science.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *