13 Teknologi Luar Angkasa yang Kita Pakai dalam Kehidupan Sehari-hari

banner 468x60

JAKARTA – Sejak awal era eksplorasi makhluk luar angkasa, pentingnya misi yang menghabiskan dana besar jutaan dolar ini telah lama menjadi perdebatan. Di sisi lain, masih banyak permasalahan di muka bumi yang belum terselesaikan.

Dunia sedang diserang oleh sampah, penggundulan hutan, perubahan iklim, pemanasan global dan munculnya epidemi baru. Belum lagi permasalahan perang dan perebutan sumber daya alam

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Namun di balik itu semua, ada banyak hal penting yang terkadang luput dari perdebatan. Misalnya, teknologi luar angkasa telah banyak mengubah cara hidup manusia di Bumi. Berikut ini adalah beberapa dari sekian banyak teknologi luar angkasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari di Bumi, seperti dilansir Rabu (11/1). 29/2023) Rekayasa yang menarik.

Teknologi luar angkasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari 1 Ban tanpa udara

Perusahaan Startup SMART Tire baru-baru ini menandatangani kontrak Space Act dengan NASA Hal ini didasarkan pada teknologi roda penjelajah NASA, paduan memori bentuk Teknologi ini dapat menghilangkan masalah limbah karet dan paku

Sekitar 246 juta ban karet bekas dihasilkan setiap tahun di Amerika Serikat saja, dan sebagian besar kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh paku. Dibuat oleh SMART Tires, ban tanpa udara METL tetap kuat meski bocor dan mengurangi limbah karet. Semua ini dimungkinkan berkat teknologi NASA

2. Perisai api terhadap kebakaran hutan

Tahun lalu, teknologi pelindung panas LOFTID NASA diluncurkan ke orbit dengan menggunakan roket Atlas V.

Kabar baiknya adalah teknologi ini juga bermanfaat bagi umat manusia di Bumi. Para insinyur NASA telah mengadaptasi teknologi ini untuk membangun pelindung panas guna membantu memadamkan kebakaran hutan.

3. Satelit pemantau bumi dan GPS

Era ponsel pintar telah mengambil alih dunia, ditandai dengan ketergantungan penuh umat manusia pada perangkat tersebut. Suka atau tidak, pengoperasian ponsel pintar sangat bergantung pada infrastruktur luar angkasa.

Teknologi GPS, misalnya, terhubung ke semua ponsel pintar dan berawal dari misi satelit pertama dalam sejarah. GPS sudah ada sejak era Sputnik, ketika para ilmuwan melacak satelit dengan mengubah sinyal radionya, yang dikenal sebagai efek Doppler. Teknologi ini merupakan konsep dasar di balik GPS Pengamatan cuaca dan ilmu iklim saat ini juga sangat bergantung pada satelit observasi yang mengorbit Bumi. Prakiraan cuaca juga menjadi lebih akurat berkat teknologi satelit

4. Kendaraan dengan emisi nol

NuGen, truk tanpa emisi terbesar di dunia, diluncurkan tahun lalu Nugen Fuel Cell, perusahaan yang mengembangkan mod pertama, didirikan oleh mantan insinyur NASA yang bekerja pada program penjelajah Mars Curiosity. Dalam wawancara dengan Interesting Engineering, pendiri dan CEO First Mode Chris Vores mengatakan dia menginginkan dekarbonisasi langsung dari sumbernya.

5. Kasur untuk tidur lebih nyenyak

Selain menyelamatkan nyawa, teknologi luar angkasa juga membantu manusia di Bumi tidur lebih nyenyak. NASA telah menciptakan busa khusus yang akan menjamin kenyamanan para astronot selama penerbangan.

Contoh lain datang dari Aram Markley, pendiri Bedjet LLC. Ilmu yang didapat dari pekerjaannya di NASA ia terapkan untuk menciptakan kasur yang memberikan kenyamanan maksimal ketika seseorang menginginkan kehangatan dan yang lain menginginkan kesejukan. “Saya berpikir, bagaimana saya bisa membantu para astronot tetap nyaman di lingkungan paling ramah di luar angkasa, dan di sini saya di tempat tidur merasa tidak nyaman?” Hal itu diungkapkan Aramli di blog NASA.

6. Reaktor mikronuklir

Didirikan oleh mantan insinyur SpaceX, Radiant Nuclear telah mengembangkan mikroreaktor nuklir yang dikatakan sebagai sumber listrik portabel dan tanpa emisi pertama di dunia.

Di SpaceX, Doug Bernauer ditugaskan mengembangkan reaktor mikro-nuklir untuk membantu menyediakan lingkungan darurat untuk misi Mars di masa depan. dia segera menyadari bahwa teknologi ini dapat diterapkan di Bumi untuk menyediakan listrik ke daerah-daerah terpencil

7. Robot tanggap bencana

Dr. Alice Agogino sedang meneliti robot berbentuk bola berbentuk kerangka untuk NASA yang dapat berjalan di permukaan Bulan dan Mars ketika dia menyadari bahwa teknologi tersebut dapat digunakan untuk membantu bencana di Bumi.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *