Amandel Membesar Perlu Dioperasi Apabila Timbulkan Gangguan, Seperti Apa?

banner 468x60

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dokter spesialis THT bedah kepala leher RSUP Dr. Sipto Mangungkusumo, SpTHT-BKL, SubspOnk(K), FICS, dokter spesialis THT RSUP Dr. Sipto Mangungkusumo, memerlukan pembedahan jika pembesaran amandel menimbulkan masalah seperti penyumbatan. . Apnea tidur obstruktif (OSA). “Yang biasa terjadi adalah peningkatan nada tersebut menyebabkan apnea tidur obstruktif yang menyebabkan terhambatnya saluran pernafasan bagian atas saat tidur,” ujarnya dalam diskusi kesehatan online, Selasa (5/12/2023).

OSA merupakan gangguan tidur dimana pasien berhenti bernapas baik disengaja maupun tidak disengaja akibat gangguan pernapasan saat tidur sehingga menyebabkan terbangun secara berkala di malam hari. Kondisi ini bisa disebabkan oleh peningkatan nada. Amandel dikatakan membesar jika ukurannya tidak sesuai dengan ukuran standar, yakni mencapai lebih tinggi dari amandel.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Kalau lihat dirimu di cermin, buka mulut, ada yang bulat di kiri dan kanan belakang seperti bakso, lihat ukurannya, mencapai garis tengah atau tidak, kiri dan kanannya sama ukurannya? Atau salah satunya bagus, untuk memperjelas arah ini? Di sinilah perluasannya,” jelas Ika.

Penyebab pembesaran amandel bisa menular atau tidak menular. Peningkatan yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri dapat bersifat kronis (kronis) atau akut (baru), namun faktor non infeksi adalah abses dan harus diawasi.

Ika mengatakan, indikasi perlunya operasi pembesaran amandel bukan hanya jika menimbulkan masalah saja, tapi juga jika sudah diobati, misalnya dengan obat anti inflamasi, obat lokal dan sistemik dan lain-lain, namun ada kondisinya. Tidak dikembangkan.

Selain itu, empat infeksi berulang sepanjang tahun merupakan indikasi perlunya peningkatan nada. Namun tindakan operasi dipertimbangkan jika pasien menghindari berbagai pemicu seperti terlalu banyak makan gorengan.

Namun yang harus diingat adalah usahakan untuk menghindari infeksi pada tenggorokan, seperti mengonsumsi makanan tertentu, gorengan, penyedap rasa yang dapat menyebabkan radang tenggorokan, termasuk sakit gembur-gembur, ujarnya. Dia berkata.

Ika menambahkan, pembesaran amandel bukanlah penyakit genetik. Situasinya sangat tergantung pada sistem kekebalan tubuh individu, katanya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *