Apa Hukum Umat Muslim Rayakan Halloween? Ini Penjelasan Tegas Buya Yahya

banner 468x60

JAKARTA – Setiap tanggal 31 Oktober, banyak orang di seluruh dunia yang merayakan Halloween. Festival Halloween sendiri berasal dari festival pertanian Celtic di Samhain. Festival ini menandai berakhirnya musim panen dan awal musim dingin.

Berbagai perayaan seperti pesta kostum dan dekorasi unik pun ikut meramaikan kegiatan ini. Bahkan sejumlah selebriti Tanah Air terlihat mengadakan pesta kostum Halloween.

Termasuk Rachel Venya yang baru-baru ini dikecam warganet karena pesta kostum Halloween saat Israel menyerang warga Palestina. Mari kita lanjutkan menelusuri seluruh artikel di bawah ini.

Lantas, bagaimana Buya Yahya memandang tradisi Halloween yang dilakukan umat Islam? Buya Yahya mengatakan Halloween bukanlah tradisi umat Islam.

“Ini perayaan, bukan tradisi umat Islam. Umat Islam tidak boleh ikut serta di dalamnya,” kata Buya Yahya mengutip tayangan YouTube Al Bahjah.

Katanya, kalau ada umat Islam yang bergabung dengan mereka, itu salah.

Jelas ini adalah festival yang tidak bisa diikuti oleh umat Islam, lanjut Buya Yahya.

Sementara itu, apakah perayaan Halloween yang pertama kali dirayakan di Arab Saudi pada tahun 2022 ini merupakan pertanda berakhirnya dunia. Buya Yahya pun angkat bicara. Buya Yahya menyebut perayaan Halloween di Arab Saudi tahun lalu salah.

“Untuk tanda-tanda kiamat, banyak sugra kiamat (kiamat kecil) yang diamati. Ya, ada banyak orang yang sulit diatur, sudah ada bangunan-bangunan kecil yang indah dari kiamat. Kalau itu yang dirayakan Arab Saudi sekarang (Halloween), ya “Sekali lagi, ini hari libur yang salah. Dan kami tidak mengikuti negara sebagai agama, kami mengikuti syariah, kami mengikuti Allah dan Rasul-Nya,” kata Buya Yahya.

Dia mengatakan saudara-saudara Muslim kita merayakan Halloween. Beliau meminta kami untuk berdoa agar Allah memberi petunjuk dan mengampuni kami dan agar kami tidak melakukan hal ini lagi tahun depan.

Beliau juga menekankan peran orang tua saat ini, ketika banyak orang tua yang tidak memberikan pendidikan agama yang baik kepada anaknya. Akibatnya, banyak anak-anak mereka yang mengadopsi budaya non-Islam.

“Semoga Allah melindungi kita agar tidak ikut-ikutan, banyak budaya non-Islam yang diadopsi oleh anak-anak kita. Salah siapa ini? Sisi buruknya adalah ayah kami tidak pernah mengajari kami hal-hal yang benar,” tegasnya. Ini bukan hanya Islam, tapi agama yang dianut oleh warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat. Diketahui, warga Palestina lebih cenderung menganut Islam. Namun ternyata tidak hanya Islam saja namun juga beberapa agama lain seperti Kristen. goseo.id.co.id 6 Desember 2023

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *