Apa Itu Kurikulum Merdeka? Ini Pengertian, Tujuan dan Latarbelakangnya

banner 468x60

JAKARTA – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Mendikbud Ristek) Nadim Makarim mengubah kurikulum pendidikan Indonesia menjadi kurikulum pendidikan mandiri. Sebelumnya, kurikulum mandiri dikenal dengan sebutan kurikulum prototipe.

Nadeem mengatakan, kurikulum mandiri sudah mulai digunakan pada tahun ajaran 2022/2023 pada tingkat TK, SD, SMP, dan SMA. Lalu apa itu kurikulum mandiri? Simak informasi lengkapnya di bawah ini: Pengertian Kurikulum Mandiri

Seperti dikutip dalam situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ristek, Kurikulum Mandiri atau sering disebut Kurikulum Pendidikan Mandiri merupakan kurikulum pembelajaran lintas kurikuler yang terdiversifikasi.

Kurikulum Merdeka dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel, berfokus pada konten inti dan mengembangkan karakter dan keterampilan siswa. Ciri-ciri utama kurikulum ini yang mendukung pemulihan pembelajaran: Fokus pada elemen-elemen kunci untuk memperdalam pembelajaran. Lebih banyak waktu untuk pengembangan keterampilan dan karakter melalui pembelajaran kelompok dalam konteks nyata (Proyek Penguatan Profil Siswa Pensil). Hasil pembelajaran yang bertahap dan jam pengajaran yang fleksibel mendorong pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi satuan pendidikan. Memberikan keleluasaan bagi pendidik dan dukungan perangkat pembelajaran dan materi pelatihan untuk mengembangkan kurikulum satuan dan melaksanakan pendidikan yang bermutu. Gotong royong dengan semua pihak untuk mendukung kemandirian implementasi kurikulum menjadi prioritas. Latar Belakang Kurikulum Studi Mandiri

Kurikulum Merdeka Belajar terinspirasi dari hasil Program for International Student Assessment (PISA) yang menunjukkan bahwa 70 persen siswa usia 15 tahun berada di bawah kemampuan minimum dalam memahami bacaan umum atau menerapkan konsep dasar matematika.

Skor PISA ini tidak meningkat secara signifikan dalam 10-15 tahun terakhir. Selain itu, terdapat kesenjangan yang besar antar wilayah dan kelompok sosial ekonomi dalam kualitas pendidikan, yang diperburuk oleh pandemi COVID-19.

Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi menyederhanakan kurikulum dengan kondisi khusus, yang kemudian disebut kurikulum darurat.

Kurikulum ini diterapkan untuk meminimalkan learning loss selama pandemi. Hasil dari 31,5 persen sekolah yang menggunakan kurikulum darurat menunjukkan bahwa penggunaan kurikulum ini dapat mengurangi dampak pandemi sebesar 73 persen untuk literasi dan 86 persen untuk numerasi.

Efektivitas kurikulum darurat semakin menunjukkan pentingnya melakukan perubahan kurikulum secara lebih luas. Oleh karena itu, kurikulum mandiri disusun sebagai kurikulum baru yang lebih komprehensif dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya. Prinsip Pengajaran Kurikulum Belajar Mandiri

Kurikulum Merdeka mencakup tiga jenis kegiatan pembelajaran, yaitu: sebagai berikut: Pendidikan Sekolah Pendidikan ini dilakukan secara berbeda agar siswa mempunyai waktu yang cukup untuk mengeksplorasi ide dan memperkuat keterampilan. Hal ini memberikan keleluasaan bagi guru untuk memilih alat pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswanya. Pendidikan Ko-Kurikuler Pendidikan ini berbentuk proyek penguatan profil peserta didik Pancasila yang berorientasi pada pengembangan karakter dan keterampilan holistik dengan prinsip pendidikan interdisipliner. Pendidikan Ekstrakurikuler Pendidikan ini diselenggarakan sesuai dengan minat peserta didik dan sumber daya satuan pendidikan.

Satuan pendidikan menerjemahkan hasil pembelajaran dengan menyusun operasional kurikulum dan rencana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik dan karakteristik masing-masing satuan pendidikan.

Isi hasil pembelajaran dapat dikelola oleh pendidik sebagai kursus individual, berdasarkan mata pelajaran, terintegrasi atau sistem blok.

Perincian pembelajaran dalam kerangka kurikulum ditulis selama total satu tahun dan disertai dengan saran pemecahan pembelajaran apabila dilaksanakan secara rutin/mingguan 6 Dukungan Implementasi Kurikulum Mandiri Satuan Pendidikan – Platform Merdeka Mengaza

Kurikulum Mandiri menyediakan berbagai topik pelatihan berbagai acuan perangkat pembelajaran (pedoman, hasil pembelajaran, dan alur tujuan pembelajaran) serta sumber belajar lainnya yang dapat diakses kapan saja, dimana saja, mandiri maupun berkelompok. – Rangkaian Webinar (dari Pusat dan Daerah)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Unit Pelaksana Teknis Daerah menyelenggarakan serangkaian webinar penerapan kurikulum mandiri bagi guru, kepala satuan pendidikan, dan pemangku kepentingan pendidikan untuk berbagi praktik baik dan informasi terkini. – Komunitas belajar

Komunitas belajar dapat memfasilitasi proses refleksi, pembelajaran dan berbagi bersama dalam kajian dan implementasi kurikulum secara mandiri. Komunitas belajar dapat dibentuk bersama oleh para pendidik pada satu jenjang pendidikan, tingkat daerah, atau komunitas online – Narasumber berbagi praktik yang baik (rekomendasi dari Pusat).

Narasumber berasal dari tenaga pendidik yang telah menerapkan kurikulum mandiri dan terpilih. Narasumber yang berbagi praktik baik dapat dihubungi melalui platform Merdeka Mengajar. – Rekan Pembangunan

Organisasi/lembaga/dunia usaha/dunia industri yang secara mandiri dan sukarela mendukung proses pembelajaran masyarakat di tingkat daerah dan/atau satuan pendidikan. – Meja bantuan

Akademisi dan kepala satuan pendidikan dapat bertanya dan mengkonfirmasi pemahaman melalui help desk. Pusat layanan support dapat diakses melalui WhatsApp: 0812 8143 5091. Komitmen sosial yang inspiratif Pendidikan adalah hak setiap anak dan SAAJA berjuang keras untuk mewujudkannya bagi anak jalanan. goseo.id.co.id 7 Desember 2023

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *