Apakah Bakteri Wolbachia Bisa Menginfeksi Manusia?

banner 468x60

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK — Guru Besar Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI). Anom Boulaks menjelaskan bakteri Wolbachia tidak menginfeksi manusia. Ia mengatakan Wolbachia merupakan bakteri alami yang terdapat pada tubuh serangga, termasuk nyamuk.

Beberapa negara seperti Australia dan Singapura juga telah mengadopsi inisiatif ini. Menurut Profesor Anum, penggunaan nyamuk ber-Wolbachia efektif menurunkan angka kejadian demam berdarah dengue (DBD).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Permasalahan masyarakat adalah bagaimana menurunkan angka kasus DBD,” kata sang profesor. Anom

Untuk saat ini, lanjut profesor. Namun, hingga kini penyakit demam berdarah belum ada obatnya. Alternatif pengobatannya adalah dengan memutus rantai vektor dengan menekan populasi nyamuk pembawa demam berdarah.

Karena kasus penyakit atau wabah prof. Menurut Anom, hal itu terlihat dari jumlah vektor dan pasiennya. Jika jumlah vektor berkurang maka penyakit tidak akan menular dan hal ini akan berdampak pada penurunan angka penyebaran.

Selain itu, Profesor Anum mengatakan penelitian tersebut menunjukkan bahwa bakteri Wolbachia dapat menurunkan kesuburan nyamuk dengan menargetkan jaringan reproduksi. Jika bakteri Wolbachia terdapat pada hewan jantan, hal ini membuat lebah jantan terlalu feminin dan tidak mampu menghasilkan sperma.

Demikian pula pada nyamuk betina, Wolbachia menyerang jaringan reproduksi dan mencegah nyamuk betina bertelur. Nantinya, nyamuk menjadi mandul dan tidak bisa menularkan virus demam berdarah ke orang yang dimakannya.

Prof Anom juga mengungkapkan, nyamuk pembawa Wolbachia tidak berhubungan dengan penyakit radang otak atau Japanese encephalitis. Belakangan ini ramai perbincangan di media sosial.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *