Bedah Body Battery, ‘Asisten Pribadi’ Pengawas Tubuh

banner 468x60

goseo.id Tekno – Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO merekomendasikan agar orang dewasa melakukan aktivitas aerobik sedang minimal 150 menit per minggu atau rata-rata 30 menit per hari untuk mengurangi stres. Stres sering dikaitkan dengan emosi negatif seperti kecemasan dan perasaan tidak mampu, namun stres juga dapat menyertai emosi yang lebih positif seperti ekspektasi yang tinggi dan kecemasan terhadap hari yang penting bagi seseorang. Menurut WHO, masyarakat bisa memulainya dengan olahraga ringan. . Seperti jalan kaki, jogging, berenang, serta olahraga ringan di rumah menggunakan dumbel atau sofa. Saat Anda stres, tubuh Anda biasanya menunjukkan tanda-tanda seperti mudah tersinggung, berkeringat berlebihan, atau panik. Untuk itu Garmin mengembangkan Body Battery – sebuah teknologi yang memantau energi tubuh setiap saat melalui jam tangan pintar atau smartwatch. Fitur ini bekerja dengan terus menganalisis kombinasi data detak jantung, variabilitas detak jantung (HRV), dan pergerakan pengguna dari waktu ke waktu. akan menginstal perangkat. Body Battery menggunakan informasi ini untuk memperkirakan secara real time berapa banyak energi yang tersedia dalam tubuh. Fitur ini tersedia di hampir semua perangkat Garmin, termasuk Venu Sq 2, Venu 2S, Venu 2 Plus, Lily Classic, Instinct 2S, dan Instinct 2. Saat pengguna aktif, tingkat energinya menurun. Sebaliknya, saat pengguna istirahat atau tidur, tingkat energinya meningkat. Nah, fitur Body Battery menggunakan informasi tersebut untuk memperkirakan secara real time berapa banyak energi yang tersedia di dalam tubuh. Indikator Body Battery muncul di layar perangkat dan berkisar antara 0 hingga 100. Skor 100 menandakan tubuh istirahat total, sedangkan skor 0 menandakan tubuh kehabisan energi. Pengguna dapat melihat riwayat baterai tubuhnya di aplikasi Garmin Connect. Informasi ini juga dapat berguna dalam mengidentifikasi pola tingkat energi dan melakukan perubahan gaya hidup untuk meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. “Perlu menyesuaikan kebiasaan tidur Anda,” kata Direktur Garmin Asia Tenggara Sky Chen dalam siaran persnya, Senin, 11 September 2023 . Selain itu, jika tingkat baterai tubuh pengguna turun secara signifikan setelah olahraga berat atau aktivitas yang membuat stres, mereka mungkin perlu melakukan hal tersebut. Luangkan waktu untuk istirahat dan menghilangkan stres. “Stres juga mempengaruhi pola pengisian dan menguras baterai tubuh, selain olahraga dan aktivitas fisik setiap hari. Stres merupakan respon alami tubuh terhadap tantangan kehidupan dan lingkungan,” ujarnya. Fitur dan Perbandingan Harga Toyota C-HR Honda CR-V Hybrid Honda CR-V dan Toyota C-HR merupakan dua SUV hybrid yang merajai pasar otomotif Tanah Air. Keduanya menawarkan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berdasarkan goseo.id.co.id pada 7 Desember 2023

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *