BEI Cabut Izin Credit Suisse Sekuritas, Apa Sebabnya?

banner 468x60

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencabut Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB) PT Credit Suisse Securitas Indonesia yang resmi berlaku pada 8 Desember 2023. Pembatalan ini berdasarkan permintaan pembatalan dari broker. kode cs.

“Diumumkan BEI akan membatalkan SPAB PT Credit Suisse Securitas Indonesia efektif tanggal 8 Desember 2023,” kata Irvan Susandi, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Jumat (8/12/2023).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

PT Credit Suisse Securitas Indonesia telah menjadi anggota bursa sejak tahun 2007 dan saat itu masih beroperasi dengan nama PT Credit Suisse Securities Indonesia. Perusahaan mengubah pengucapan namanya dalam bahasa Indonesia pada tanggal 31 Januari 2017.

Didirikan pada tahun 1997 sebagai perwakilan Credit Suisse di Indonesia, broker ini berganti nama menjadi PT Credit Suisse First Boston Indonesia. Bapepam (sekarang OJK) mendapat izin pada tanggal 2 September 2002, kemudian berganti nama menjadi PT Credit Suisse Securities Indonesia pada tahun 2005.

Respon manajemen

Manajemen PT Credit Suisse Securitas Indonesia menyatakan pihaknya berencana mengembalikan izin usaha perseroan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Keputusan tersebut menyusul akuisisi Credit Suisse Group AG oleh UBS Group AG pada Juni 2023.

PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia (“Perseroan”) telah mengumumkan bahwa Perseroan bermaksud untuk mengembalikan izin usahanya sebagai perusahaan asuransi efek pada Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”), yang juga berlaku sebagai izin untuk beroperasi sebagai perusahaan sekuritas. broker, dan persetujuan dari perusahaan asuransi sekuritas Kegiatan lain akan berlaku “dalam bentuk pemberian layanan dukungan dan referensi kepada afiliasi global,” tulis manajemen (15/11/2023).

Manajemen mengumumkan pilihan ini berdasarkan UU No 5500. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pembinaan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) antara lain mengatur bahwa kepemilikan saham baik langsung maupun tidak langsung dan/atau oleh pihak mana pun, selain kepemilikan saham atau penyertaan modal negara, adalah dilarang. atau mengendalikan lebih dari satu perusahaan sekuritas. UU Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 yang mengatur hal tersebut dilarang.

“Dengan rencana ini, jika pelanggan perseroan memerlukan klarifikasi lebih lanjut mengenai ketentuan kontrak dan penyelesaian hak dan kewajiban yang belum terselesaikan (jika ada) dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, silakan menghubungi pihak perusahaan,” kata manajemen.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *