Budidaya Melon Hidroponik di Pekarangan Rumah, Untung Jutaan Rupiah

banner 468x60

Jombang – Ahmad Alfian Rohmi (25), pemuda Kabupaten Jombang, Jawa Timur, berhasil menanam sayuran dengan sistem hidroponik dari pekarangan rumahnya di Desa Kedongrijo, Kecamatan Magalu.

Dengan menggunakan lahan seluas 6,5 meter x 20 meter di samping rumahnya, Rahmani menanam 304 tanaman melon premium. Dalam satu musim ia bisa mendapatkan jutaan rupee. Selain itu, waktu panennya setiap 2 bulan sekali.

Rahmani menjelaskan, ide usaha budidaya padi yang lebih baik lahir pada awal tahun 2023. Diawali dari ayahnya yang tidak bisa menanam padi di sawah. Kegagalan ayahnya menjadi motivasi baginya untuk mewujudkan impiannya menjadi petani melon. Bedanya, Rahmani memilih sistem tanam melon hidroponik.

“Untuk usaha yang tumbuh sangat baik ini, kami menggunakan sistem hidroponik. Berawal dari kekhawatiran ayah saya terhadap tanaman melon yang tumbuh di sawahnya, dan bulan lalu panennya gagal karena angin kencang.”

Dengan keterbatasan lahan rumah anda. Ia membangun rumah kaca yang cukup besar untuk menampung ratusan bunga-bunga indah.

Rahmani mengatakan: “Populasi di sini sekitar 304 tanaman dengan luas rumah kaca 6,5 ​​x 20 meter.”

Ia mengatakan, perbedaan antara tanaman melon hidroponik premium miliknya dengan tanaman melon kebanyakan adalah semanis madu. Selain itu, melon hidroponik premium memiliki daging yang juicy saat dimakan.

Rahmani berkata: “Yang membedakan dengan yang lain adalah buah manis ini rasanya manis dan manis. Kalau matang tiga hari rasanya seperti buah pir, tapi buahnya manis sekali.”

Diketahui ratusan tanaman terbaiknya tergolong bermanfaat. Oleh karena itu, dalam satu musim bisa menghasilkan ratusan melon premium. Melon premium ini dijamin laris manis di pasaran karena rasanya yang unik dan kualitas daging melonnya yang enak.

Rahmani berkata: “Total ada 270 buah dalam satu musim. Saat ini banyak peminatnya, jadi banyak importir yang request lengkap sobat Bandung.”

Soal harga, harga melon premium Rp 25 ribu per kilogram. Harga tersebut berdasarkan kualitas daging dan rasa melon premium. Dalam satu musim, Rahmani mengaku bisa meraup jutaan rupee lebih banyak.

“Musim ini harganya 25.000 per kilo. Berubah dari 8 juta menjadi 10 juta rupiah setiap panen,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pelanggan melon hidroponik premium, Ananda Anisa mengaku sengaja datang bersama temannya untuk membeli melon premium dari pohon miliknya.

Jadi saya tertarik untuk memetik buah-buahan yang manis-manis sekali, buahnya banyak dan banyak yang menikmatinya, ya saya beli langsung di kebun, lebih enak, kata Anisa: Tunggu 3. Beberapa hari sebelum dicicipi , kita beli 5 melon, 10 melon. Ya.

Rasa melon premium dipastikan berbeda dengan melon kebanyakan. Padahal, struktur lidahnya hampir seperti buah pir.

“Rasanya manis, jadi kranis-kranis, agak mirip pir, tapi manis. Kebanyakan (daging melon) putih, kalau menarik, buahnya sendiri dihormati, warnanya agak merah. Sama madu .., manis dan berbeda dari yang lain.” Anisa bercerita, “Di Jombang, anak tersebut meninggal akibat terjatuh dari Vespa. Ibu dan cucunya sedang menjalani perawatan di RS setempat. Pak Skarti beserta anak dan cucunya digantung oleh kawanan Vespa. goseo.id.co.id 9 Desember 2023 Badai saat menyeberang jalan

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *