BYD Mengekspor Baterai Litium Gunakan Pesawat 

banner 468x60

REPUBLIKA.CO.ID, HUBEI – Raksasa mobil listrik China BYD mulai mengekspor baterai litium melalui udara. Hal ini menandai dimulainya langkah salah satu perusahaan besarnya untuk mengadopsi moda transportasi yang menantang namun efisien.

“Unit manufaktur baterai FinnDreams BYD menyelesaikan ekspor baterai besar bertenaga litium melalui udara pada 24 November, menandai pertama kalinya paket baterai litium berkapasitas besar buatan Tiongkok diekspor melalui udara,” kata FinDreams dari BYD pada hari Selasa. (28/11/2023.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Berat tiap baterainya sekitar 300 kilogram. Pesawat ini lepas landas dari bandara di provinsi Hubei pada tanggal 23 November dengan penerbangan yang dioperasikan oleh SF Airlines, sebuah perusahaan kargo Tiongkok yang merupakan bagian dari SF Express. Pesawat tiba di bandara di Frankfurt, Jerman pada awal 24 November.

Menurut standar internasional, jika berat paket baterai litium untuk angkutan udara lebih dari 35 kg, maka perlu mendapatkan surat persetujuan khusus A99 dari otoritas penerbangan negara tempatnya berada dan menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah. , termasuk baterai litium, pemeriksaan keamanan transportasi, pemeriksaan keamanan pengemasan, dan latihan darurat.

Untuk memenuhi persyaratan keselamatan transportasi udara, FinDreams memanaskan baterai dalam keadaan terisi penuh selama pengujian untuk memverifikasi keamanan baterai yang rusak dalam kondisi kerja yang keras.

Tim ahli FinDreams juga telah mengembangkan wadah tahan ledakan khusus penerbangan untuk kemasan baterai guna memastikan keamanan selama transit, menurut siaran pers FinDreams.

“Tim ahli bahan berbahaya dari otoritas penerbangan dan bandara, serta SF Airlines, menyaksikan proses pengujian keamanan paket baterai litium besi fosfat FinDreams,” kata FinDreams.

Menurut FinDreams, penyelesaian proyek transportasi udara merupakan tonggak penting bagi transportasi baterai Tiongkok.

“Langkah ini menjadi landasan bagi standarisasi dan normalisasi penerbangan bertenaga baterai, penyediaan data dan dukungan produk yang sukses untuk mencapai rute transportasi yang lebih efisien,” ujarnya.

FinDreams tidak menyebutkan berapa banyak paket baterai yang dikirim ke Jerman atau siapa pelanggan paket tersebut.

Pada bulan Mei, media Jerman Teslamag melaporkan bahwa Tesla Model Y dengan baterai BYD diproduksi di Gigafactory Tesla di Grünheide, Jerman.

Menurut laporan Teslamag, model tersebut merupakan versi penggerak roda belakang dan baterainya tidak akan diproduksi oleh Tesla sendiri melainkan oleh BYD di China.

BYD adalah raksasa energi baru Tiongkok (NEV) dan salah satu produsen baterai terbesar di dunia.

Antara bulan Januari dan September, kapasitas baterai BYD mencapai 76,6 GWh, menjadikannya peringkat kedua di dunia dengan pangsa 15,8 persen, menurut data yang dirilis pada 7 November oleh analis pasar Korea Selatan SNE Research.

CATL terus menjadi nomor satu di dunia dengan pangsa 36,8 persen dari 178,9 GWh baterai yang terpasang dari bulan Januari hingga September.

Di Tiongkok, kapasitas baterai terpasang BYD pada bulan Oktober adalah 10,28 GWh, menempati peringkat kedua dengan pangsa 26,23 persen, menurut China Automotive Battery Innovation Alliance (CABIA).

CATL menempati peringkat pertama di Tiongkok dengan pangsa 42,81 persen dari 16,78 GWh baterai terpasang pada bulan Oktober.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *