Cegah Anak Lahir Stunting, Ganjar Sarankan Ibu Hamil Perbanyak Makan Ikan dan Telur

banner 468x60

Liputan6.com, No. Jakarta. 3 Ganjar Pranowo menyarankan ibu hamil untuk memperbanyak asupan protein hewani. Ganjar juga mengingatkan kita untuk memilih sumber protein yang mudah didapat dan terjangkau.

Sumber protein yang mudah dan murah adalah telur.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Proteinnya bisa banyak, yang satu telur, paling mudah dan paling murah, tapi yang satu lagi ikan. Kita negara di laut, ikannya banyak, mudah didapat. minumnya,” kata Ganjar kepada Antara usai menemui peternak ayam di Magetan, Jawa Timur, Jumat (19/1/2024).

Menurut Ganjar, telur dan ikan merupakan makanan yang paling cocok untuk masyarakat Indonesia. Indonesia, kata Ganjar, adalah negara yang banyak terdapat lautan, sehingga harus mudah mendapatkan ikan yang merupakan makanan pokok masyarakat.

Jika asupan protein ibu tercukupi selama kehamilan, maka risiko lahir mati akan berkurang.

Gancar menjanjikan satu desa, satu puskesmas, satu nakes

Ganjar dan Mahfud MD berjanji jika menjadi Presiden dan Wakil Presiden pada pemilu 2024 akan melaksanakan program One Village One Health One Health.

Kehadiran puskesmas dan tenaga kesehatan yang dekat dengan masyarakat dapat memantau dan memantau setiap ibu hamil untuk mencegah stroke dengan lebih baik.

Ganjar mengatakan pada Kamis (18/1/2024) di Ngawi: “Program layanan kesehatan Puskesmas Ganjar-Mahfud Satu Desa Satu dapat menjadi yang terbaik untuk mengurangi tingkat keterputusan.”

Siti Atikoh, istri Ganjar Pranowo yang berbicara pada kesempatan terpisah mengatakan, program satu desa, satu puskesmas, satu nakes tidaklah sulit untuk dilaksanakan. Apalagi jika melihat kehadiran lebih dari 330.000 posyandu saat ini dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 1,5 juta orang.

Ganjar-Mahfud, Atikoh mengatakan, bertujuan untuk melahirkan generasi penerus dengan memimpin akses terhadap pelayanan kesehatan yang terjamin.

Atikoh mengatakan: “Jika memang menginginkan citizen power, maka seluruh warga negara akan sehat, melahirkan generasi yang unggul.”

Insentif masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Indonesia. Sesuai target, terjadi penurunan jumlah serangga di Tanah Air sebesar 14 persen pada tahun 2024. Data yang diperoleh pada tahun 2022 di Indonesia sebesar 21,4 persen.

Gizi buruk merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kekurangan pangan dalam jangka waktu lama. Biasanya hal ini berkaitan dengan mengonsumsi makanan yang tidak memenuhi kebutuhan nutrisi.

Proses kolom dimulai dari perut. Kemudian, anak dengan berat badan normal namun gizi dan kesehatannya kurang baik bisa menjadi alasan pemotongan.

Kecemasan tidak hanya berkaitan dengan perkembangan fisik anak, tetapi juga menyebabkan otak anak tidak berkembang dengan baik. Perkembangan mental yang terhambat dapat berdampak pada otak dan kemampuan belajar anak menjadi kurang maksimal dan berujung pada rendahnya prestasi akademik.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *