Dampak Polusi Udara Bisa Merembet ke Kanker Kulit, Dokter Ungkap Cara Menangkalnya

banner 468x60

JAKARTA – Jakarta kini tengah mengalami situasi ironis karena belum lama ini mendapat predikat memiliki kualitas udara terburuk di dunia menurut AQI (Indeks Kualitas Udara). Meski dikenal sebagai salah satu negara dengan produksi oksigen tertinggi di dunia, namun Indonesia juga dikenal sebagai paru-paru dunia.

Seksolog dan presenter TV, Ph.D. Biomed M. Haekal Anshari menjelaskan, dampak meningkatnya polusi udara di Jakarta ditandai dengan banyaknya pasien yang datang ke klinik kecantikan. Yuk, gulir untuk mempelajari lebih lanjut.

“Mereka mengeluhkan kondisi kulit yang semakin memburuk, seperti kulit iritasi, peradangan kulit, kering dan kusam,” kata presenter hidup sehat tvOne itu dalam keterangannya, Jumat, 3 November 2023.

Dr Heikal menjelaskan, selama ini kita mengetahui polusi udara hanya merugikan kesehatan paru-paru karena dampaknya langsung terasa, padahal polusi udara juga dapat mempengaruhi kesehatan kulit.

“Efeknya bermacam-macam, apalagi kulit merupakan organ terluar dan terbesar yang rentan mengalami masalah. Mulai dari efek jangka pendek seperti reaksi alergi, dehidrasi dan kekeringan pada kulit, hingga peradangan kulit, terutama pada orang yang memiliki kulit sensitif. Bicara tentang dermatitis atopik,” jelasnya.

Sedangkan dampak jangka panjang dari paparan polusi dan sinar UV antara lain hiperpigmentasi, penuaan kulit, bahkan kanker kulit. Pasalnya, polusi udara mengandung zat-zat seperti karbon monoksida, benzena, hidrogen klorida, logam berat, timbal, dan merkuri yang berisiko menimbulkan penyakit kulit.

“Kasus-kasus ini sering terjadi di Indonesia, dengan indeks UV ekstrim (>11) dan polusi udara di beberapa kota besar, menurut Organisasi Kesehatan Dunia. Tentu saja, pencegahan lebih penting daripada pengobatan. Ibarat perang, kita harus diperlengkapi Dibutuhkan perlindungan dan senjata untuk melawan musuh, ”ujarnya.

Lebih lanjut dr Heikal mengatakan pada dasarnya setiap orang rentan terkena penyakit kulit akibat paparan polusi udara. Sedangkan kelompok risiko tinggi adalah anak-anak, lansia, ibu hamil, ibu menyusui, penderita penyakit autoimun, penderita imunitas rendah, penderita kulit sensitif, dan dermatitis atopik.

“Sebelum situasi polusi semakin parah, kesehatan harus dijaga dan dirawat secara rutin. Setidaknya ada 3 cara yaitu membersihkan, melembabkan dan melindungi dari sinar matahari, apalagi kita hidup di Indonesia dengan iklim tropis,” tutupnya.

Penting juga untuk dipahami bahwa polusi udara dan sinar UV membuat kulit berisiko mengalami dehidrasi, oksidasi, hiperpigmentasi, penuaan dini, dan bahkan kanker kulit, lanjutnya.

Olivia, Manajer Pemasaran PT Regenesis Indonesia, mengatakan untuk menjaga kesehatan kulit dan melindungi dari polusi udara dan sinar UV tingkat tinggi, tidak semua produk perawatan kulit Indonesia diformulasikan dengan bahan anti polutan.

Produk perawatan kulit inovatif Perancis Isispharma yang diperkenalkan oleh Regenesis Indonesia memiliki efek anti polusi dan mengandung tiga perlindungan yang dibawa oleh bahan aktif N-ACT kompleks yang diformulasikan dan dikembangkan oleh Isispharma sendiri.

“Geneskin memberikan 3 jenis perlindungan seperti menjaga skin barier, melindungi dari radikal bebas, memperbaharui sel kulit, dan menjaga kelembapan kulit,” jelasnya.

Dr Haekal menambahkan, perawatan dengan produk perawatan kulit tertentu tentunya lebih baik karena membantu mengatasi, menjaga dan meningkatkan kesehatan kulit selain memberikan perlindungan terhadap radikal bebas. COVID-19 kembali naik daun, yuk manfaatkan vitamin D untuk menjaga imunitas.Fungsi vitamin D adalah meningkatkan imunitas tubuh. Masyarakat Diimbau Berhati-hati Usai Kabar Meningkatnya Angka COVID-19 di Indonesia goseo.id.co.id 7 Desember 2023

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *