Fakta Mengejutkan soal Viral Dugaan Penganiayaan Anak di Pesantren

banner 468x60

Lampung – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Lampung membeberkan detail mengejutkan mengenai penganiayaan anak di salah satu pesantren di Bandarlampung yang viral di media sosial.

Seperti yang banyak diketahui, Kecamatan Teluk Betung Timur; Anak Panti Asuhan Putri Azizah’ Isykarima di Jalan Martadinata Kedaung Sukamaju Bandarlampung itu diduga dianiaya oleh pengasuh dan delapan putrinya yang tinggal di sana.

“Berita terkini tentang perundungan terhadap anak di Bandarlampung beredar di media, khususnya media sosial. Hal ini tidak terjadi di pesantren,” kata Puji Raharjo, Kepala Kanwil Kemenag Lampung. Antara Seperti diberitakan pada Senin 06 November 2023 di Bandarlampung.

Ia mengatakan, Kemenag Lampung langsung menurunkan tim ke lokasi kejadian setelah video penganiayaan seorang anak di panti jompo Islam di Bandarlampung viral. Peristiwa dalam video itu mengharumkan nama pesantren, ujarnya.

Setelah mendapat informasi dan klarifikasi, ia mengungkapkan, video viral tersebut terjadi di Lembaga Kesejahteraan Anak (LKSA) atau panti asuhan, bukan asrama Islam. “Lembaga yang diduga melakukan pelecehan tidak bisa disebut pesantren karena tidak memiliki izin beroperasi sebagai pesantren,” ujarnya.

Dikatakannya, berdasarkan informasi dari Kementerian Agama Kota Bandarlampung, organisasi tersebut telah mengajukan izin usaha sebagai asrama Islam. Namun izin operasionalnya belum diperpanjang dan saat ini tidak ada aktivitas di asrama Islam, ujarnya.

Menurut Puji, penting bagi masyarakat untuk memahami permasalahan tersebut dan menyadari nilai asrama Islam sebagai tempat pendidikan agama bagi generasi mendatang.

Kementerian Agama Lampung prihatin.

Namun, ia menambahkan, Kementerian Agama Lampung sangat prihatin terhadap kekerasan terhadap anak untuk memastikan anak-anak tumbuh subur di lembaga-lembaga yang seharusnya merawat mereka. “Kekerasan terhadap siapa pun, termasuk pengasuh LKSA atau panti asuhan, dengan alasan apapun tidak dapat dibenarkan,” ujarnya.

Menurutnya, kekerasan terhadap anak dapat menimbulkan masalah fisik dan psikologis di kemudian hari. Secara fisik, tanda-tanda pelecehan terlihat dan bersifat psikologis. Anak korban kekerasan mengalami stres, trauma, dan masalah psikologis seperti depresi dan kecemasan ringan.

“Oleh karena itu, kita sebagai lembaga kesejahteraan sosial anak hendaknya mengedepankan pola asuh yang patut diteladani dan berbudi luhur serta menghindari perilaku kekerasan,” ujarnya. (semut)

Baca artikel edukasi menarik lainnya di link ini. Tragisnya, pacar Tamara Tjasmara menenggelamkan Dante di depan anaknya. Putra Yuda Arfandi, YA, berencana membunuh putra pacarnya Tamara Tjasmara, Danti, yang tenggelam di depan kolam renang di Jakarta di depan anak kandungnya. goseo.id.co.id pada 13 Februari 2024

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *