FIFGroup Tasikmalaya Penjarakan Debiturnya, Ini Masalah yang Menjerat

banner 468x60

Liputan6.com, Jakarta – Dua debitur PT Federal International Finance (FIFGROUP) cabang Tasikmalaya menghadapi kendala hukum karena perbuatannya secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 35 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1999. 1. dianggap melanggar 42 Tentang jaminan kepercayaan.

Tercatat, IM peminjam FIFGROUP Cabang Tasikmalaya telah mengajukan perjanjian pinjaman sepeda motor Honda jenis Beat Sporty dengan jumlah Rp 742.000 dan jangka waktu 35 bulan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Karena tuntutan perjanjian pinjaman, maka sejak awal proses angsuran, IM tidak menunjukkan itikad baik dalam melaksanakan perjanjian pinjaman. FIFGROUP Cabang Tasikmalaya mengambil tindakan pemulihan paksa akibat keterlambatan pembayaran angsuran yang jatuh tempo oleh peminjam.

Namun pihaknya menolak membayar cicilan tersebut karena identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP) IM hanya diberikan kepada pihak lain berinisial ST untuk mengklaim kredit sepeda motor tersebut.

Atas itikad buruk tersebut, FIFGROUP melaporkan IM ke Polres Tasikmalaya dan melalui pemeriksaan yang dilakukan, IM mengaku identitasnya terbongkar dengan menjanjikan hadiah sebesar Rp 1 juta.

Kepala FIFGROUP Cabang Tasikmalaya Asep Mulyana mengatakan, proses penagihan akan dilakukan terhadap konsumen yang teridentifikasi terdaftar dalam perjanjian kredit.

“Kalaupun peminjam mengaku hanya memberikan identitasnya sebagai peminjam, namun secara hukum proses pemulihan dilakukan pada peminjam yang telah mendaftarkan identitas peminjam,” jelas Asseb dalam keterangan tertulisnya.

“Jika peminjam tidak beritikad baik dalam membayar angsuran, maka secara hukum peminjam telah melakukan konversi pinjaman secara berlebihan, yang merupakan pelanggaran hukum,” imbuhnya.

Atas perbuatannya, Pengadilan Negeri Tasikmalaya memvonis IM 1 (satu) tahun penjara dan denda Rp10 juta, Putusan PN Tasikmalaya Nomor 303/Pid.Sus/2023/PN. TSM Kamis (2/11/2023).

Sedangkan dalam kasus lain, IYN “ikut serta dengan sengaja memberikan informasi palsu yang jika diketahui salah satu pihak tidak akan berujung pada perjanjian fidusia. Laporan Jaksa. Tuntutan.”

Bermula saat IYN mendatangi SND dan membujuknya untuk mengajukan kredit sepeda motor dengan janji imbalan Rp 2,5 juta dengan menggunakan nama SND atau KTP.

Selanjutnya diajukan perjanjian kredit kepada FIFGROUP Cabang Tasikmalaya untuk perjanjian kredit satu unit sepeda motor Honda tipe Vario 125 CBS ISS Rp 964.000 dan jangka waktu 35 bulan.

Namun saat mengajukan perjanjian pinjaman, sejak awal proses angsuran, SND tidak menunjukkan itikad baik dalam melaksanakan perjanjian pinjaman tersebut.

FIFGROUP Cabang Tasikmalaya telah melakukan pemulihan tegas akibat keterlambatan pembayaran angsuran oleh peminjam.

Namun SND selalu menolak membayar cicilan tersebut dengan alasan Kartu Tanda Penduduk (KTP) SND hanya diberikan kepada IYN untuk mengajukan kredit sepeda motor.

Atas itikad buruk tersebut, FIFGROUP mengajukan pengaduan ke Polres Tasikmalaya dan melalui penyelidikan, SND mengakui bahwa IYN telah meminjam identitas dirinya dan IYN juga mengakui bahwa yang bersangkutan telah memesannya beserta sepeda motornya. Dijual ke orang lain.

Pengadilan Negeri Tasikmalaya Nomor 328/Pid.Sus/2023/PN.Tsm Kamis memvonis inisial IYN 1 (satu) tahun 2 (dua) bulan dan denda Rp10 juta. (16/11/2023).

Selain itu, Asseb mengimbau masyarakat berhati-hati dengan segala janji imbalan dan menyerahkan identitasnya secara cuma-cuma kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *