Gerakan Bisnis Hijau dan Ekonomi Sirkular: Norma Baru Pelaku Usaha

banner 468x60

Belanda – Pengembangan bisnis berkelanjutan merupakan strategi penting untuk menghadapi tantangan global, seperti perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya. Upaya pengembangan bisnis yang berkelanjutan memungkinkan dunia usaha di kawasan ini untuk mengurangi dampak lingkungan, menghemat biaya, meningkatkan reputasi, dan menciptakan peluang pasar baru. Gerakan bisnis ramah lingkungan dan ekonomi sirkular merupakan standar baru yang diterima oleh dunia usaha secara global dan dunia usaha di Indonesia harus mewaspadai hal tersebut. Tidak hanya kewajiban global melalui perjanjian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pelaku usaha juga mempunyai tanggung jawab serupa untuk mengidentifikasi net zero emisi. Selain itu, pasar global dan generasi muda sepakat untuk membeli produk dengan emisi karbon lebih rendah, meski harganya lebih mahal. gerakan bisnis hijau,” kata Wakil Menteri Kementerian Promosi Penanaman Modal/BKPM, Nurul Ichwan. Menyadari keunggulan generasi Indonesia Emas 2045 melalui penerapan ESG memerlukan peran dan kontribusi banyak pihak. Mulai dari masyarakat, akademisi, industri, hingga pemerintah. “Menerapkan ESG atau keberlanjutan dalam praktiknya tidaklah murah. Terutama jika Anda melakukannya sendiri. Semakin banyak kolaborasi yang ada, semakin banyak organisasi yang tergabung dengan baik dan memberikan struktur komprehensif pada buku kuncinya.” Hal ini mempermudah dan memberikan insentif bagi semua perusahaan untuk menerapkan model bisnis ESG, katanya. Di mata Vice President dan General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh, salah satu cara untuk menerapkan gerakan bisnis hijau adalah melalui neraca air positif, di mana jumlah air yang kembali ke lingkungan harus lebih besar dibandingkan jumlah airnya. digunakan. . Ia juga memastikan kinerjanya selalu diukur secara mandiri selama bekerja sama dengan BRIN. Selain itu, Danone menerapkan kebijakan cuti melahirkan selama 6 bulan untuk ibu dan sepuluh hari untuk ayah bekerja mulai tahun 206. Vera percaya bahwa orang-orang berprestasi mampu menjamin keberlanjutannya dengan menciptakan peluang bagi karyawan untuk memberikan perhatian sebanyak-banyaknya kepada anak-anaknya. mereka dilahirkan tepat waktu. Melihat kondisi kesehatan tersebut, Danone Indonesia juga berupaya menurunkan angka penurunan di Indonesia melalui tiga pendekatan: Pola Makan, Pola Asuh, dan Kebersihan. Program AMIR, WAS, Aksi cegah Stunting, cuci muka, untuk Sekolah Kesehatan” ujar Vera. Pembuat vape RELX menerima Peringkat Implementasi ESG Global pertama dari S&P untuk industri farmasi Peringkat RELX di atas rata-rata industri rokok elektrik yang tercatat dengan skor 13% pada tahun setahun terakhir LIVE .co.id 5 Desember 2023

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *