Identitas Digital Bisa Jadi Solusi Jaga Keamanan Data Pribadi dari Kejahatan Siber

banner 468x60

Liputan6.com, Jakarta – Penggunaan identitas digital dinilai sebagai solusi untuk melindungi data pribadi dari kejahatan dunia maya.

Perlindungan data pribadi penting tidak hanya bagi pengguna tetapi juga bagi pelaku industri teknologi keuangan atau fintech untuk meningkatkan kepercayaan digital masyarakat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Berdasarkan laporan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), terdeteksi 361 juta serangan siber atau anomali lalu lintas di Indonesia pada Oktober 2023.

Bahkan, menurut Bank Indonesia, nilai transaksi digital nasional meningkat lebih dari 158 persen dalam 5 tahun terakhir. Tingginya risiko kejahatan siber perlu segera diatasi, terutama untuk menjamin keamanan data dalam transaksi digital

“Ada 1.900 kelompok penjahat dunia maya yang telah dikendalikan di seluruh dunia dengan ancaman seperti uang tebusan phishing,” kata RD Suteja, ketua Forum Keamanan Siber Indonesia.

Menurut RD, serangan peretasan tidak bisa dilakukan secara instan, sehingga jika terdeteksi sekarang, teknologi keamanan siber yang digunakan tidak bisa mendeteksi ancaman tersebut dengan cukup cepat.

“Infrastrukturnya sudah tidak bisa digunakan lagi dan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat,” kata Ardee dalam siaran pers Kamis (7/12/2023) di AFTECH Media Clinic bersama Vida, akhir November lalu.

Identitas digital juga dipandang sebagai solusi untuk melindungi data pribadi dan hak privasi pengguna di tengah pesatnya penggunaan teknologi dan berkembangnya kejahatan dunia maya.

Hal ini juga dapat mengurangi risiko pencurian identitas, sehingga meningkatkan kepercayaan digital di masyarakat

Sementara itu, platform Electronic Certificate Authority (PSrE) Vida mengungkapkan bahwa penggunaan identitas digital dalam bentuk tanda tangan digital akan tumbuh sembilan kali lipat pada tahun 2030.

“Tanda tangan digital merupakan identitas digital yang paling banyak digunakan pada tahun lalu dan diprediksi akan tumbuh 9x lipat pada tahun 2030,” kata SVP Produk Vida Ahmed Tawfiq.

Ia menambahkan, pengelolaan tanda tangan digital sudah sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP), sehingga keamanannya terjamin.

Selain itu, kekuatan hukum tanda tangan digital seperti yang dikeluarkan VidaSign dikatakan sama kuatnya dengan tanda tangan basah.

Aris Setadi, CEO AFTECH, mengatakan di balik pertumbuhan industri fintech dan ekosistem digital terdapat ancaman keamanan siber.

Kami di AFTECH mempromosikan inisiatif keamanan siber untuk mencegah penipuan, pelanggaran data pribadi, dan insiden tidak sah serta untuk mendorong dan memperkuat GRC.

Co-founder dan chief product and Innovation Officer Vida, Gajendra Kandasamy, juga meningkatkan kesadaran tentang pentingnya perlindungan data pribadi serta meningkatkan literasi keuangan digital di Indonesia.

Gajendran mengatakan Indonesia diharapkan menjadi negara terdepan di antara negara-negara ASEAN dalam hal perlindungan data pribadi.

Dalam kesempatan lain, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Cominfo) menyampaikan salah satu usulan perubahan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) adalah mengatur penggunaan identitas digital atau digitalidentity.

CEO Aptica Cominfo Samuel Abrijani Pangerapan mengatakan di era digital, banyak transaksi dan data pribadi yang dipertukarkan di ruang digital.

“Ada konsep pembuatan ID digital. “Lalu bagaimana jadinya jika ID digital kita dikirimkan, yang sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi,” kata Sammy, seorang pria.

Menurut Sami dalam jumpa pers perubahan UU ITE di Jakarta, Kamis (23/11/2023), data pribadi seluruh masyarakat tidak mungkin bisa dibagikan kemana-mana dalam transaksi digital.

Sami mengatakan, di dalamnya (Amandemen UU ITE) ada aturan penggunaan tanda pengenal digital.

Sami mengklaim dengan identitas digital, transaksi di ruang digital akan lebih cepat, aman, dan nyaman karena pertukaran data pribadi tidak sepenuhnya dilakukan.

Selanjutnya, jika UU PDP sudah berlaku penuh, maka data pribadi tidak bisa sembarangan diberikan “Pasti ada metode yang hanya bisa dibaca oleh mereka yang tahu dan berminat,” kata Sammy.

Sammy menjelaskan ID digital ini akan terlihat seperti angka, namun merupakan turunan dari algoritma dan tanda tangan digital, yang kini telah diterbitkan oleh banyak organisasi.

Sami mengatakan, ID digital dapat digunakan untuk bertransaksi termasuk layanan pemerintah.

“Bagaimana pemerintah tahu orang itu Sami Sami? Harus ada data yang bisa digunakan dan diverifikasi oleh penerbitnya, dan ya, orang tersebut benar-benar ada, orang tersebut bukan kecerdasan buatan atau pinjaman dari seseorang. Data,” kata Sammy mencontohkan.

Katanya, sehingga menjamin keakuratan masyarakat yang aktif di ruang digital dan memberikan layanan yang lebih baik. Selain itu, Sami mengatakan Indonesia akan menggunakan teknologi infrastruktur kunci publik.

“Ini adalah algoritma yang unik. Misalnya, Anda punya satu Sumber data aslinya masih Dukapil yang juga akan memberikan KTP digital yang isinya data pribadi, kata Sammy.

Katanya, “Jadi data pribadi tidak akan dipertukarkan secara terbuka, yang akan dipertukarkan adalah ID digital.”

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *