Indonesia Targetkan 10% Kendaraan Listrik di 2030

banner 468x60

Bandung, 8 November 2023 – Kementerian Kelautan dan Investasi mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendorong transisi kendaraan listrik di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Direktur Bidang Prasarana dan Perencanaan Transportasi Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rachmat Kaimuddin, saat membuka debat publik ‘Dekarbonisasi Sektor’ terkait adopsi sepeda motor listrik bertenaga baterai. . Indonesia Lebih Baik di Jawa Barat di Provinsi Bandung.

“Perubahan ini memang sangat lama, tapi bukan berarti kita tidak berbuat apa-apa. Harus mulai perencanaan, buat peta jalan. Masa depan kita dipertaruhkan. Oleh karena itu, pemerintah memberikan insentif yang kuat. Pemerintah tidak bisa melakukan itu. saja yang dibutuhkan adalah dukungan dari pemerintah, industri dan pengusaha lokal,” katanya, menurut penyiar online goseo.id Otomotif.

Pengembangan industri KBLBB, menurutnya, merupakan bagian dari upaya transformasi energi yakni transformasi industri dan perlindungan lingkungan hidup. Rachmat mengatakan pasar mobil Indonesia merupakan yang terbesar di ASEAN.

“Industri ini merupakan bagian penting bagi Indonesia. Dampak ekonominya juga sangat luas karena kita bukan hanya konsumen tapi juga produsen. Namun kita juga harus melihat tren global yang mulai beralih ke mobil. Listrik,” ujarnya. dikatakan.

Kali ini, Bentang Arief Budiman, Direktur Kerja Sama Pusat Teknologi Transportasi Berkelanjutan Nasional, mengatakan diperlukan kerja sama dengan banyak pemangku kepentingan untuk mendorong percepatan kendaraan listrik.

“Guru dan industri harus bekerja sama dan mengembangkan teknologi terlebih dahulu, kemudian mengembangkan ilmu pengetahuan, dan juga bisnis. Kerja sama masing-masing sektor adalah menggandeng apa yang telah dikembangkan secara ilmiah agar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Rachmat menjelaskan, sejak disetujuinya Perjanjian Paris pada tahun 2016, perkembangan kendaraan listrik di seluruh dunia mengalami peningkatan setiap tahunnya, dimana pada tahun 2022 akan meningkat sebesar 14 persen. Menurut dia, di kawasan regional, pesaing terbesar Indonesia adalah Thailand yang pasar kendaraan listriknya akan mencapai 8 persen pada tahun 2023.

“Indonesia perlu melihat ke depan, jangan sampai pabriknya besar di Thailand, bukan Indonesia, dan ketika pasar fokus ke mobil listrik, jangan sampai semua mobil listrik ada di Thailand,” jelasnya.

Menurut dia, pemerintah telah memberikan insentif untuk mendorong perkembangan industri mobil listrik, salah satunya adalah program subsidi senilai Rp7 juta per mobil. Sementara itu, menurut dia, tunjangan untuk kendaraan listrik dan bus diturunkan menjadi 1 persen.

“Tujuan pemerintah pada tahun 2030 adalah memiliki dua juta mobil dan 13 juta sepeda motor listrik, dan kami menargetkan 10 persen populasi. Pada angka 10 persen ini diharapkan mulai masuk kategori normal. “Saat ini terdapat 15 jenis sepeda motor listrik yang 40 persennya diproduksi di Indonesia,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, Rachmat menjelaskan bahwa hanya melalui pengembangan industri EV dalam negeri, Indonesia dapat mewujudkan eksternalitas positif dan terhindar dari risiko penurunan PDB dan lapangan kerja akibat perubahan industri otomotif.

“Kami berharap mulai tahun depan, investor baru akan mulai membangun perusahaan EV di Indonesia yang targetnya bisa mulai berproduksi pada tahun 2026. Untuk menarik hal tersebut, kita harus bisa membuktikan bahwa kita menarik pasar. Bahasa Indonesia, “kata Rachmat. Sayangnya, dia kehilangan sepeda motornya saat mengikuti kampanye besar-besaran JIS. Kakak Gojek: Maafkan aku! Hilang dari bandara JIS goseo.id.co.id pada 13 Februari 2024.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *