Kasus Pneumonia Terdeteksi di Jakarta, Siap-siap Memakai Masker Lagi

banner 468x60

goseo.id Lifestyle – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Imran Pambudi mengimbau masyarakat kembali disiplin memakai masker setelah kasus pneumonia terdeteksi di DKI Jakarta.

“Sudah ada laporan lisan dari fasilitas kesehatan (Faskes) dan saat ini sedang dikonfirmasi oleh Dinas Kesehatan (Dinks) DKI Jakarta. Masyarakat diimbau memakai masker yang sesuai,” kata Imran saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa 5. Desember 2023, TVOne melaporkan.

Sejauh ini Kementerian Kesehatan masih memastikan jumlah pasien yang dirawat di Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan berdasarkan informasi terkini dari fasilitas kesehatan yang bertugas, pasien tersebut mengalami gejala ringan dan dirawat secara rawat jalan. . Yuk lanjutkan scroll artikel lengkapnya di bawah ini.

Sebelumnya, Imran menyebutkan bahwa Mycoplasma, bakteri yang menyebabkan wabah pneumonia pada anak-anak di Tiongkok, merupakan bakteri yang umum menyebabkan infeksi saluran pernapasan sebelum Covid-19.

“Di Tiongkok, mikoplasma adalah penyebab paling umum dari pneumonia. Mikoplasma adalah bakteri, bukan virus, dan merupakan penyebab paling umum dari infeksi saluran pernafasan sebelum era COVID-19,” kata Imran.

Ia menjelaskan, mikoplasma merupakan penyebab umum penyakit flu dan paru-paru, dan jumlah kasus pneumonia mikoplasma di Tiongkok meningkat sebesar 8,6 persen sejak Mei 2023, berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“WHO mendeteksi gejala pneumonia yang tidak terdiagnosis, terutama pada anak-anak,” diterbitkan dalam jurnal ProMed pada 22 November 2023. Selain dampak lain seperti SARS-CoV dan influenza, tiga dari empat pasien teridentifikasi menderita mikoplasma. dilakukan seperti tertular,” ujarnya.

Imran mengatakan Kementerian Kesehatan telah memberikan delapan rekomendasi WHO kepada masyarakat untuk mencegah penyebaran Mycoplasma Pneumonia.

Pertama, vaksinasi terhadap influenza, Covid-19, dan patogen pernapasan lainnya direkomendasikan jika diperlukan.

Kedua, menjaga jarak dengan orang sakit. Ketiga, tetap di rumah dan tidak bepergian saat sakit atau isolasi mandiri. Keempat, lakukan tes dan perawatan medis sesuai kebutuhan, dan kelima, kenakan masker yang sesuai.

Keenam memastikan ventilasi yang baik, dan ketujuh menerapkan perilaku hidup bersih dan higienis (PHBS) seperti mencuci tangan dengan sabun antiseptik dan air mengalir, ujarnya.

Terakhir, ia menekankan agar masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasanke) terdekat jika mengalami tanda atau gejala pneumonia, seperti demam disertai batuk atau kesulitan bernapas. Proyek Belt and Road Initiative China Disebut ‘Jebakan Utang’, 5 Negara Ini Jadi Korbannya. Melalui Inisiatif Sabuk dan Jalan, Tiongkok kini menjadi kreditor terbesar di dunia. goseo.id.co.id 9 Desember 2023

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *