Kemenkes Buka Suara Soal 3 Pasien Anak di DKI Diduga Kena Mycoplasma Pneumonia

banner 468x60

Liputan6.com, Jakarta DKI Sejumlah anak di Jakarta dilaporkan terjangkit pneumonia Mycoplasma. Prevalensi penyakit pernapasan ini serupa dengan yang saat ini mewabah di Tiongkok dan banyak negara lain seperti Belanda, Denmark, dan Amerika Serikat (AS).

Imran Pambodi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kimniks), mengaku mendapat laporan adanya pneumonia akibat mikoplasma pada pasien anak.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dari laporan yang diterima Kementerian Kesehatan, dilaporkan tiga pasien anak mengalami gejala yang mengindikasikan infeksi bakteri Mycoplasma.

“Iya tadi ada laporan lisan, sekarang sudah dikonfirmasi di fasilitas kesehatan. Nanti akan kita berikan rilis resminya,” kata Imran melalui pesan singkat, Selasa, 5 Desember 2023, dalam konfirmasi yang diterima Health Liputan6. com. Sudah positif. Terkesan atau masih ragu?

Jika ditanya lebih lanjut, apakah ketiga pasien anak tersebut benar positif Mycoplasma atau hanya dugaan saja?

Imran menjawab, data berikut ini belum lengkap. Kementerian Kesehatan masih melakukan verifikasi terhadap laporan ada tidaknya bakteri Mycoplasma pada ketiga pasien anak tersebut dan melakukan pengujian lebih banyak sampel.

“Data yang dimasukkan tidak lengkap,” ujarnya

Kabar tiga pasien anak terjangkit bakteri Mycoplasma pneumoniae dihimpun Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Laporan tersebut datang dari rumah sakit swasta – nama rumah sakit tersebut belum dirilis.

Sebuah rumah sakit swasta mengamati gejala klinis yang menunjukkan Mycoplasma pneumoniae pada pasien anak. Dilaporkan ada tiga anak di antara korban meninggal, namun rincian lebih lanjut mengenai usia dan jenis kelamin pasien belum diketahui.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta masih melakukan penyelidikan epidemiologi lebih lanjut terhadap kemungkinan terjadinya pneumonia Mycoplasma pada tiga pasien anak.

Lebih lanjut Imran Pambodi mengatakan, kondisi ketiga pasien anak yang mengalami pneumonia Mycoplasma ini hanya bergejala ringan. Namun, dia tidak menyebutkan gejala ringan seperti apa yang dimaksud.

Ketiga pasien anak dirawat sebagai pasien rawat jalan.

Gejalanya ringan dan rawat jalan, tambahnya. Gejala yang paling dominan adalah sesak napas

Kepala Bidang Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ngbela Salama sebelumnya mengatakan, DKI Jakarta memiliki banyak pasien anak yang dilaporkan mengidap pneumonia Mycoplasma.

Ngbela juga menyebutkan gejala utama yang dikeluhkan pasien. Sesak napas merupakan gejala utama.

Gejala utamanya adalah pneumonia atau sesak napas akibat pneumonia, ujarnya.

Ngbela juga mengimbau masyarakat khususnya orang tua untuk mewaspadai kemungkinan penularan pneumonia mikoplasma.

Apalagi di masa peralihan musim seperti sekarang yang biasanya imunitas tubuh menurun.

“Pencegahan harus didorong dengan memperkuat pola hidup bersih dan sehat,” kata Ngbela.

DKI merespons laporan pasien anak di Jakarta yang terjangkit Mycoplasma pneumonia, Menteri Kesehatan RI Budi Ganadi Sadin pun turut merespons.

Dijelaskannya, banyak upaya untuk memerangi kejadian pneumonia pada anak akibat infeksi bakteri Mycoplasma. Khususnya reagen untuk persiapan jaringan laboratorium dan pengujian sampel.

Oleh karena itu diperlukan reagen khusus untuk mendeteksi bakteri Mycoplasma.

“Kami sedang mengembangkan jaringan laboratorium agar bisa diuji. Mikoplasma ini sudah ada sejak lama, tapi belum pernah diukur dengan baik,” kata Direktur Perjanjian Kerja Sama Menteri ‘3, Budi Gonadi, usai penandatanganan. Konferensi Pengembangan Alat Pendidikan Kesehatan di Jakarta pada Senin 4 Desember 2023.

“Sekarang kita sudah melihatnya, mari kita panggil Bupati.”

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *