Kepala BKKBN: Awas, Ada Risiko Bonus Demografi Semu di IKN

banner 468x60

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan, ada potensi risiko terjadinya bonus demografi semu di Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia. Menurutnya, upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi ancaman tersebut adalah dengan memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat sekitar IKN.

“Hati-hati, begitu IKN terjadi, penduduk usia subur akan banyak. Seolah-olah ada bonus demografi di Kaltim, padahal yang terjadi adalah bonus demografi semu,” kata Histo dalam siaran persnya, Selasa (16/1/2024).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Hasto menjelaskan, hal itu terjadi karena banyak tenaga kerja yang datang dari luar negeri, sedangkan penduduk lokal tidak berdaya saing. Oleh karena itu, menurut Histo, meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di IKN harus segera dipersiapkan oleh pemerintah daerah setempat.

“Dengan adanya IKN, kualitas sumber daya manusia lokal terpaksa harus ditingkatkan, tidak hanya mendatangkan sebanyak-banyaknya sumber daya manusia dari luar negeri. Misalnya, perguruan tinggi dapat memberikan pelatihan profesi untuk memperkuat komunitas lokal yang menjadi pusat As. Kapasitas tinggi untuk menghasilkan sumber daya manusia siap kerja,” jelas Histo.

Menurutnya, pemerintah daerah harus mempunyai rasa urgensi terkait permasalahan kependudukan. Untuk itu, kata dia, penting untuk menyusun rencana pembangunan besar kependudukan (GDPK) khususnya di Kalimantan Timur.

“Datanya perlu dimutakhirkan dan dihimpun dengan baik. Kami optimistis perkembangan DPK di Kaltim akan menarik karena ada magnet IKN,” kata Histo.

Senada, Anggota Parlemen BKKBN Bidang Pengendalian Penduduk Boniosios Prasetia Ichtiarto mengatakan, penting bagi setiap kepala daerah untuk menyadari urgensi persiapan GDPK. Dikatakannya, terkadang para pemimpin daerah tidak mengetahui urgensi penyusunan GDPK sehingga tidak saling mendukung dengan pusat.

“Padahal itu menjadi bagian penting dalam pembentukan kebijakan daerah, khususnya dalam hal pembangunan kependudukan. Kalau bisa disinkronkan, maka masyarakat akan merasakan manfaatnya,” kata Boni.

Berdasarkan sensus tahun 2020, provinsi Kalimantan Timur berpenduduk 3,77 juta jiwa. Sedangkan persentase penduduk usia produktif yaitu 15-64 tahun sebesar 70,28% yang berarti Kalimantan Timur masih dalam masa bonus demografi. Persentase penduduk lanjut usia adalah 6,22%, dibandingkan 4,02% pada tahun 2010.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *