Mau Mulai Usaha? Awali dengan 3 Langkah Ini

banner 468x60

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Petani memegang peranan penting dalam menunjang pembangunan perekonomian negara. Global Entrepreneurship Index (GEI) menunjukkan rata-rata 14 persen penduduk negara maju adalah wirausaha, namun menurut GEI, jumlah wirausaha di Indonesia hanya 3,1 persen. Pendiri Sugianto Halim Seviman, seorang konsultan teknologi informasi dan perusahaan pengembangan Mengungkap rahasia startup yang sukses Khususnya di era digital seperti berikut ini

1. Menciptakan usaha yang dapat menyelesaikan permasalahan masyarakat

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Halim mengatakan, tidak sedikit pengusaha yang mau memulai usahanya tanpa memperhatikan permasalahan yang dihadapi masyarakat.Padahal, berdagang membutuhkan koordinasi antara pembeli dan penjual. “Menjual minuman dingin Dalam cuaca panas, itu sama mudahnya. dan menyajikan pangsit panas Di pegunungan dan tempat sejuk “Kita butuh konsistensi,” kata Halim.

Maka nasehat pertama, menurut Halim, adalah pentingnya menciptakan bisnis yang menjawab tantangan yang dihadapi masyarakat. Atau disebut konsep “Problem-Solution Fit” dengan konsep ini Pengusaha dapat menawarkan solusi terhadap permasalahan masyarakat dan masyarakat akan mau membeli produk yang ditawarkan karena bermanfaat dalam menyelesaikan permasalahan.

2. Terlibat dengan pembeli dan pengguna produk

Kesepakatan dapat terjalin antara pembeli dan penjual jauh sebelum produk ditawarkan. Calon pembeli atau pembeli bisa menelepon untuk mendiskusikan produk yang diinginkan, ujarnya.

Tips kedua Halim untuk memulai era digital adalah: Pengusaha harus bekerjasama dengan pembeli dan pengguna produknya. Apalagi di era digital ini Berbagai aplikasi online Dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan mudah dan ekonomis.”Gunakan panggilan telepon, kuesioner, grup WhatsApp dan media online untuk mendukung Halim: “Tanyakan kepada pelanggan dan pengguna produk apa yang mereka inginkan. Kemudian teliti dan validasi!”

3. Menggunakan kekuatan promosi mulut ke mulut (Word of Mouth)

Halim berpendapat bahwa investor terbesar dalam sebuah bisnis adalah pembeli. Karena pelanggan tidak hanya berperan sebagai sumber pendapatan. Namun juga menjadi metode periklanan yang paling efektif ketika mereka merasa puas dengan produk yang diterimanya.

Kepuasan ini mengarah pada strategi pemasaran yang disebut dengan promosi dari mulut ke mulut. Jadi, seperti saran terakhir Halim, wirausahawan di era digital harus memanfaatkan kekuatan kata-kata. Hal ini dilakukan dengan memberikan layanan terbaik dan membangun komunitas pengguna.

“Bisnis perlu fokus pada kesuksesan pelanggan dengan menggunakan teknologi, pengetahuan, dan komunitas yang terhubung untuk meningkatkan skala bisnis mereka. Karena pelanggan yang puas berbagi kepuasannya dengan teman-temannya. “Itu terjadi di Sevima, kami sudah berdiri kurang lebih 20 tahun dan kami besar karena didukung pelanggan yang puas,” kata Halim.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *