Mengapa Asupan Asam Folat Penting Bagi Calon Ibu dan Ibu Hamil?

banner 468x60

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Mengonsumsi makanan seimbang penting dilakukan bagi ibu hamil dan ibu hamil. Nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil dan ibu hamil salah satunya adalah asam folat yang bisa diperoleh melalui makanan sehat atau suplemen.

Selasa (5/12/2023) dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan RI, ada perbedaan antara folat dan asam folat. Folat merupakan vitamin B yang berperan penting dalam mencegah cacat tabung saraf, kelainan serius pada otak dan sumsum tulang belakang, pada anak. Saat ini, asam folat merupakan bentuk sintetis dari folat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

American College of Obstetrics and Gynecology (ACOG) merekomendasikan ibu hamil mengonsumsi 600-800 mikrogram folat. Folat bisa didapat dari makanan, seperti hati, kacang-kacangan, biji-bijian, telur, sayuran berdaun hijau tua dan kacang polong, atau dari suplemen khusus.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) merekomendasikan wanita usia subur untuk mengonsumsi 400 mikrogram asam folat setiap hari. Mendapatkan asam folat yang cukup akan membantu mencegah cacat lahir besar pada otak bayi (anencephaly) dan cacat lahir ketika tulang belakang bayi gagal berkembang dengan baik (spina bifida).

Tubuh menggunakan asam folat untuk membuat sel-sel baru, termasuk sel kulit, rambut, kuku, dan bagian tubuh lainnya. Mengapa asam folat penting sebelum dan selama kehamilan? Saat bayi berkembang di awal kehamilan, asam folat membantu membentuk tabung saraf, yang merupakan dasar dari otak awal dan sumsum tulang belakang.

Selain mengonsumsi makanan alami kaya folat, ibu hamil dan ibu hamil juga bisa mendapatkan asam folat dari suplemen vitamin. Banyak makanan yang diperkaya juga mengandung asam folat, seperti roti, sereal, dan pasta.

Beberapa kegunaan asam folat pada kehamilan telah dilaporkan, yaitu pencegahan kelainan janin yang tidak diinginkan. Sejumlah komplikasi kehamilan kemungkinan besar terjadi jika ibu hamil tidak mengonsumsi asam folat dalam jumlah yang cukup. Namun mengonsumsi asam folat dalam jumlah berlebihan juga tidak dianjurkan.

Levy Health Page melaporkan bahwa terlalu banyak asam folat saat hamil juga bisa berbahaya. Menurut penelitian, kelebihan asupan asam folat selama kehamilan dikaitkan dengan gangguan pertumbuhan janin dan peningkatan risiko terjadinya resistensi insulin, diabetes, asma, dan obesitas di kemudian hari.

Mengonsumsi lebih dari 1.000 mikrogram asam folat pada bulan sebelum dan sesudah pembuahan juga menurunkan perkembangan otak pada anak. Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi asam folat saat hamil juga dapat meningkatkan risiko anak terkena autisme. Tambahan asam folat yang dikombinasikan dengan tambahan vitamin B12 meningkatkan risiko 17,6 kali lipat.

Kelebihan asam folat disebabkan oleh terlalu banyak mengonsumsi suplemen vitamin dosis tinggi dan mengonsumsi makanan kaya asam folat. Oleh karena itu, ibu hamil atau yang berencana hamil perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai suplemen tersebut.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *