Menkes Budi: COVID-19 Lagi Naik di Semua Negara, Termasuk di Indonesia

banner 468x60

Liputan6.com, Jakarta Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, jumlah kasus COVID-19 saat ini semakin meningkat tidak hanya di Indonesia. Negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura juga mengalami peningkatan jumlah orang yang terinfeksi COVID-19.

“Jumlah Covid di Indonesia semakin meningkat di setiap negara. Pada usia 50-an dan 60-an, jumlah kasus per hari meningkat menjadi 200, 300, 400. Pertumbuhan kita minim (angka), kata Budi Gunadi di Jakarta. Mahkamah Konstitusi pada Kamis, 7 Desember 2023. Masih dalam batas aman

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Budi Gunadi yakin Indonesia tetap aman dan terkendali meski kasus COVID-19 meningkat. Penghitungan ini berdasarkan jumlah penduduk sesuai pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Jika dihitung dengan laju harian 20 per 100.000 penduduk, jumlah kurang dari 6.000 hingga 7.000 kasus Covid-19 di Indonesia masuk dalam kategori aman.

“WHO punya pedomannya, kalau dihitung maksimal 20 per 100.000 penduduk per hari, maka 7.000 masih dalam kategori aman. Karena penyakitnya terus berlanjut,” jelas Menkes Budi.

“Jika jumlah kasus kita tetap di bawah 6.000, atau 7.000 kasus per hari untuk populasi kita, itu aman.”

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada pekan lalu, pertambahan kasus COVID-19 di Indonesia berkisar 240 per hari. Angka ini meningkat dari sebelumnya sekitar 50 kasus per hari.

“Jumlahnya tinggi, minggu lalu kita lihat sekitar 240 sehari, bukan 50 sehari,” jelas Budi Gunadi Sadikin.

Menkes Budi menegaskan, penyebab meningkatnya jumlah orang yang tertular COVID-19 adalah adanya strain baru. Dalam hal ini, tidak mempengaruhi hari libur.

Virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 juga masih berkembang, kata Budi.

“Sebelumnya banyak yang bilang Idul Fitri dan hari raya itu tidak ilmiah. Terbukti secara ilmiah bahwa dengan adanya strain baru, maka terjadi peningkatan penyebaran COVID. Ya, Omicron memiliki benih seperti itu dan terus berlanjut. untuk berkembang,” pungkas Budi Gunadi. .

“Ini lebih cepat, tapi angka kematiannya lebih rendah.”

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, per 6 Desember 2023, rata-rata kasus harian COVID-19 di Indonesia meningkat dari 35 menjadi 40.

Sementara itu, rumah sakit tersebut merawat 60 hingga 131 pasien COVID-19. Tingkat keterisian rumah sakit saat ini sebesar 0,06 persen dengan nol hingga tiga kematian per hari.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Maxi Rain Rondonuwu, mengatakan infeksi subtipe Omicron XBB 1.5 yang menjadi penyebab gelombang infeksi COVID-19 di Eropa dan Asia terus meningkat. AMERIKA SERIKAT.

Selain strain XBB, Indonesia juga telah mengidentifikasi strain EG2 dan EG5. Jumlah kasus Covid masih sangat rendah.

Meskipun terjadi peningkatan, angka ini masih jauh lebih rendah dibandingkan saat pandemi, ketika jumlah kasus berkisar antara 50.000 hingga 400.000 per minggu.

Menyusul lonjakan kasus COVID-19 dalam beberapa pekan terakhir, Maxi kembali mengingatkan masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol (prosedur) kesehatan.

“Sekarang masyarakat yang sakit harus memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga imunitas dengan pola makan seimbang, dan apalagi jika sakit harus menjaga jarak untuk mencegah penyebaran infeksi,” kata Maxey. . Pada hari Rabu, 6 Desember 2023 saat konferensi pers.

Ketua Kelompok Kerja COVID-19 Pengurus Besar Persatuan Dokter Indonesia (PB IDI) Erlina Burhan mengatakan, jumlah kasus COVID-19 di Indonesia semakin meningkat.

“Sekarang yang menjadi pertanyaan banyak orang, apakah kasusnya meningkat di Indonesia? Jawabannya iya,” kata Erlina dalam media briefing online, Rabu (6/12/2023).

“65 kasus terkonfirmasi tercatat pada 2-8 Oktober, dan 151 kasus pada 20-26 November. Jadi kalau dilihat dari bulan Oktober sampai November, sudah meningkat dua setengah kali lipat. telah ditambahkan.

Hingga Oktober 2023, tidak ada laporan kematian Erlina lainnya. Sedangkan pada bulan November, ada satu orang yang meninggal dunia setelah terinfeksi COVID-19.

“Bagaimana dengan rawat inap, banyak rumah sakit yang tidak ada keluhan rawat inap. “Baru-baru ini Surabaya. “Pasien rawat inap di RSUD Dr Soetomo ada 2 orang,” imbuhnya.

Sementara laporan dari Jawa Barat menyebutkan tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate) (angka masuk rumah sakit) kurang dari tiga persen antara September dan November.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *