Menkes Budi Sebut Diabetes Mesti Dicegah di Puskesmas, Biar Rumah Sakit Enggak Penuh

banner 468x60

Liputan6.com, Menteri Kesehatan RI Tojo Una-Una, Budi Gunadi Sadikin menyatakan, pencegahan diabetes bisa dilakukan di puskesmas. Cara ini lebih efektif dan efisien dibandingkan pasien yang harus dirawat di rumah sakit.

Menurut Menteri Kesehatan Budi, selain memberikan pengobatan dini diabetes dengan biaya yang relatif murah, langkah ini juga dapat menekan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Kalau ini (pencegahan diabetes di puskesmas) berhasil, tidak perlu kirim ke sini (RSUD). Jadi rumah sakitnya tidak penuh. Yang bisa dilakukan di puskesmas, harus dilakukan di sana. .Murah,” tambah Budi Gunadi, “gula darah.”

Salah satu upaya preventif yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan pelayanan pengukuran gula darah dengan bantuan hematoanalyzer. Hematoanalyzer tersedia di pusat kesehatan.

Pemantauan gula darah dengan hematoanalyzer sangat penting dalam pengendalian kadar gula darah. Jika hasil tes gula darahnya tinggi, bisa jadi orang tersebut menderita diabetes.

“Di puskesmas harus menghindari diabetes, jadi diperiksa darahnya. Kalau (gula darah) melebihi 200 mg/dL, diberi obat, obatnya gratis,” kata Budi Gunadi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengunjungi RSUD Ampana dan meminta seluruh puskesmas di Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, berperan penting dalam pencegahan diabetes pada anak.

Selain itu, wilayah Tojo Una-Una memiliki jumlah penderita diabetes yang tinggi.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Daerah Tojo Una-Una, jumlah penderita diabetes akan mencapai 9.775 orang pada tahun 2023. Saat ini, hanya 4.248 orang yang menderita diabetes.

Artinya, banyak penderita diabetes yang tidak diobati dan khawatir kesehatannya akan memburuk.

Direktur RSUD Ampana Niko mengatakan tingginya jumlah penderita diabetes di wilayahnya dan minimnya tes HbA1c di wilayah Tojo Una-Una menyebabkan RSUD Ampana merawat lebih banyak pasien dan mendominasi ruang pasien. ..

“Banyak orang yang dirawat karena diabetes di sini. “Saat rawat jalan, banyak orang yang mengalami masalah perut.

Niko mengapresiasi langkah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan pemerintah Tojo Una-Una dalam memerangi penyakit degeneratif khususnya diabetes. Melalui kerja sama ini, ia yakin pelayanan kesehatan di Kabupaten Tojo Una-Una dapat melayani masyarakat dengan lebih baik. Tes HbA1c belum tersedia

Sekretaris Daerah Kabupaten Tojo Una-Una, Souvianur Kure menambahkan, hampir seluruh Puskesmas di Kabupaten Tojo Una-Una sudah melakukan pemeriksaan gula darah.

Namun, ia mengakui bahwa tes gula darah, khususnya tes HbA1c atau tes hemoglobin terglikasi, saat ini belum tersedia di wilayahnya.

“Mulai tahun ini, kami berencana melakukan itu,” tambahnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *