Merger BTN Syariah dan Muamalat, Apa Untungnya?

banner 468x60

Liputan6.com, Jakarta BTN Syariah dan Bank Muamalat Indonesia sedang merencanakan merger yang luar biasa. Baik bagi mereka yang mendukung proses ini maupun bagi mereka yang menolaknya.

BTN Syariah sendiri merupakan Unit Usaha Syariah (UUS) dari PT Bank Tabungan Negara atau (BTN). Sedangkan Bank Muamalat merupakan bank swasta syariah yang telah berdiri sejak tahun 1990an.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Belakangan muncul rencana merger keduanya yang diprediksi akan memperkuat posisi industri perbankan syariah di Indonesia. Jika langkah korporasi ini berhasil maka akan ada bank syariah baru.

Ekonom Senior Center of Reform of Economics (CORE) Etikah Karyani Suwondo mengatakan kepada Liputan6, “Kemitraan ini meningkatkan kekayaan, daya saing dan inovasi dalam pengembangan bisnis dalam hal teknologi, kualitas produk, customer-centric, lebih banyak dan bank syariah terbesar di BSI. com, Rabu (24/1/2024).

Dia menjelaskan merger ini dapat meningkatkan pangsa pasar di sektor syariah. Perlu diketahui, ada kekuatan pasar yang saat ini dikelola BTN Syariah seperti Home Credit (KPR) dengan konsep syariah.

Etikah meyakini merger BTN Syariah dan Muamalat akan memperkuat sektor tersebut. Selain itu, terdapat peluang finansial bagi UMKM yang berbasis syariah.

“Bisnis masa depan akan fokus pada kepemilikan real estate syariah, UMKM syariah dan pembiayaan ekosistem syariah”.

Sementara itu, terdapat pula manfaat yang tercatat bagi Bank Muamalat. Seperti menerima uang tunai baru dalam jumlah besar.

“Bagi Bank Muamalat, merger mengarah pada cara mengakses permodalan yang lebih murah,” tutupnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menilai merger BTN Sariah dan Bank Muamalat saat ini belum mendesak. Ia menilai merger ini akan menjadikan Bank Muamalat menjadi bank milik negara.

Anwar menegaskan, awal berdirinya Bank Muamalat Indonesia adalah rakyat yang bekerja untuk rakyat. Setelah mengatasi berbagai tantangan, Anwar mengatakan Bank Muamalat menjadi tempat investasi uang Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Namun bukan berarti BMI menjadi bank milik pemerintah karena uang BPKH yang ditanamkan di BMI bukan uang negara melainkan uang rakyat,” kata Anwar dalam keterangan yang diperoleh Liputan6.com, Selasa. 23/1/2024).

Oleh karena itu, ke depan kita akan melihat BMI tetap menjadi rakyat, rakyat, dan rakyat serta paradigmanya. Oleh karena itu, gagasan penggabungan Bank Muamalat dan BTN Syariah tidak boleh dibiarkan begitu saja. .” lanjut Anwar.

Dia mengatakan, banyak alasan yang mendasari penolakannya terhadap kedekatan BTN Syariah dengan Bank Muamalat. Pertama, menjaga warisan para pendiri Bank Muamalat sebagai bank syariah murni. Tujuannya adalah untuk menjadi sumber pendidikan bagi generasi sekarang dan mendatang.

Kedua, kita juga ingin agar dalam persaingan dunia perbankan di negara yang banyak penduduknya beragama Islam ini, tetap ada bank swasta yang diperuntukkan bagi masyarakat.

Ia mengatakan, cara mengatasi permasalahan Bank Muamalat ke depan tidak boleh hanya dengan perhitungan ekonomi dan bisnis saja. Namun Anda akan bisa memperhatikan dan menjaga sejarahnya.

Maksud dan tujuan kami didirikannya bank ini adalah kami ingin umat Islam mempunyai bank yang berdasarkan prinsip syariah yang diharapkan mampu menunjang perekonomian negara khususnya usaha kelompok UMKM khususnya usaha kecil, mikro. dan ultra-Usaha mikro yang “mencakup 99 persen dari seluruh pengusaha di negeri ini, sudah sepantasnya dirugikan oleh sistem perbankan saat ini.

Ketua Umum PP Muhammadiyah juga mengingatkan, ada opsi lain selain menggabungkan Bank Muamalat dengan BTN Suriah. Sebelumnya, ia menyoroti pentingnya upaya perluasan perbankan syariah di Indonesia tanpa afiliasi.

“Yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan ini adalah bagaimana kita bisa mengintegrasikan elemen-elemen yang ada di negara ini agar terus maju dan berkembang. Kita punya banyak ormas Islam di negara ini, kita punya banyak masjid, sekolah, perguruan tinggi dan rumah sakit serta sekolah. yang dimiliki masyarakat untuk ini, bisa digabungkan,” jelasnya.

Menurut Anwar, langkah tersebut tepat dan mudah setelah masuknya bank uang Muammala dari BPKH meski baru dialokasikan sebagian kecil. Ia juga melihat kepercayaan umat Islam terhadap Bank Muamalat berangsur-angsur meningkat.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *