OJK: 97 Penyelenggara ITSK Tercatat dalam Regulatory Sandbox

banner 468x60

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pengawasan Inovasi Teknologi Jasa Keuangan (ITSK) dan Keuangan Digital Pengawas Aset dan Harta Kripto (IAKD) Hasan Fawzi mengatakan, sebanyak 97 penyelenggara ITSK telah terdaftar dalam proses Regulatory Sandbox OJK mulai November 2023.

Regulatory sandbox merupakan mekanisme pengujian yang dilakukan OJK untuk menilai keandalan proses bisnis, model bisnis, instrumen keuangan, dan manajemen penyelenggara.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Seluruh penyelenggara dibagi dalam 14 klaster usaha,” kata Hasan dalam konferensi pers Wali Amanat November 2023 secara virtual di Jakarta, Senin (12/04/2023).

Hasan mengatakan, jumlah penyelenggara berkurang dari 99 penyelenggara ITSK pada Oktober 2023 akibat batalnya status terdaftar dua penyelenggara ITSK di klaster aggregator.

Pembatalan status terdaftar didahului dengan pemantauan langsung, kemudian penyelenggara ITSK mengembalikan konfirmasi pendaftaran.

Dijelaskannya, ke-97 penyelenggara ITSK tersebut meliputi 37 penyelenggara klaster agregat, 17 penyelenggara pemeringkatan kredit inovatif, delapan penyelenggara autentikasi transaksi, tujuh penyelenggara agen keuangan, dan enam penyelenggara elektronik kenali pelanggan (e-KYC).

Kemudian lima penyelenggara pada klaster teknologi regulasi dan tanda tangan elektronik (regtech dan e-sign), empat penyelenggara perencanaan keuangan, tiga penyelenggara pembiayaan, tiga penyelenggara asuransi dan teknologi (insurance dan teknologi/insurtech), serta dua penyelenggara perpajakan dan akuntansi. administrator.

Ada juga dua arranger dalam klaster Wealthtech (wealthtech), yaitu arranger solusi darurat online, arranger regtech-politikly exposure person (PEP), dan arranger pusat asuransi.

Hasan menegaskan, pihaknya sedang mempercepat evaluasi dan memberikan rekomendasi proses Regulatory Sandbox, khususnya terkait klaster model bisnis e-KYC, dimana OJK sedang melakukan pembicaraan dengan Administrasi Umum Kependudukan dan Pencatatan Kementerian Kementerian. Pedalaman. .

Dilakukan diskusi mengenai kebijakan dan arah pengembangan identitas digital masyarakat, khususnya dalam penerapan e-KYC di sektor jasa keuangan.

Akselerasi juga diberikan pada klaster model bisnis penyelenggara pemeringkatan kredit inovatif, dimana OJK mempercepat proses evaluasi yang dimulai dengan evaluasi terhadap dua penyelenggara pemeringkat kredit inovatif yang menjadi prototype dalam regulator sandbox klaster tersebut.

Selain itu, pada Desember 2023 akan dilakukan proses pemantauan langsung untuk memastikan seluruh kriteria kelayakan dan pengendalian prototipe terpenuhi, ujarnya.

Ia mengungkapkan, sejak diberlakukannya Peraturan OJK (POJK) No. 13 Tahun 2018 tentang Inovasi Keuangan Digital di Bidang Keuangan, terdapat 458 usulan pendaftaran permohonan penyelenggara ITSK yang diajukan ke OJK sesuai dengan kerangka regulasi. Bak pasir. Berdasarkan permintaan tersebut, OJK menerbitkan status terdaftar kepada 155 penyelenggara ITSK.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *