PalmCo Gandeng BKSDA Riau Alokasikan Area Konservasi Gajah

banner 468x60

REPUBLIKA.CO.ID, Pekanbaru – PalmCo Regional 3, anak usaha Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau telah mengalokasikan Suaka Gajah Sumatera – Kabupaten Indragiri Hulu di wilayah Tanah Air. perkebunan kelapa sawit milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Plt Sekretaris Perusahaan (Pjs) PalmCo Regional 3 Andiansyah Hamdani di Pekanbaru, Kamis (12/7/2023) mengatakan, pihaknya berkomitmen menerapkan perkebunan berkelanjutan. Termasuk menyisihkan lahan seluas 50 hektare di Pesikaian, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau sebagai tempat perlindungan satwa dilindungi tersebut.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Sinergi ini sangat masuk akal karena kami menetapkan kawasan HCV (bernilai konservasi tinggi) di kawasan inti perusahaan sebagai habitat gajah sumatera,” ujarnya.

PalmCo Regional 3 yang dulu bernama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V telah menetapkan sebagian wilayah operasinya di Pesikaian, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu sebagai suaka gajah. Tempat ini awalnya merupakan perkebunan kelapa sawit. Namun karena kawasan tersebut merupakan tempat transit gajah, PalmCo menetapkannya sebagai Suaka Gajah Sumatera.

Hal ini akan dicapai melalui mitigasi melalui sinergi dengan BKSDA pusat di Riau, penanaman tanaman pangan gajah sumatera di sini pada tahun 2021, serta pembentukan dan peningkatan kapasitas tim mitigasi konflik perusahaan. Selain itu, PalmCo Region 3 telah berjanji untuk tidak berpartisipasi.

Selain itu, kata dia, adanya kolam pemandian di kawasan yang sama yang berfungsi sebagai tempat istirahat gajah saat melintas, semakin memperkuat komitmen perusahaan untuk menjadikannya kawasan lindung.

Kepala BKSDA Riau Suhefti Hasibuan menambahkan, kebijakan penerapan kawasan lindung yang dilakukan perseroan sejalan dengan Inpres Tahun 2023 Nomor 1. “Ini merupakan langkah yang sangat baik dan merupakan bagian dari implementasi Inpres Nomor 1 Tahun 2023 untuk mengarusutamakan keanekaragaman hayati dalam pembangunan berkelanjutan,” kata Genman.

Inpres Nomor 1 Tahun 2023 mengatur tentang penyelenggaraan konservasi alam yang memiliki nilai konservasi tinggi (HCV) atau HCV. Keputusan Presiden ini diambil dalam rangka memperkuat perlindungan dan pemanfaatan keanekaragaman hayati. “Kami mendorong dunia usaha untuk mendukung kegiatan konservasi keanekaragaman hayati di Provinsi Riau,” kata Genman.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *