Pemburu Istimewa Hutan Asia Tenggara, Macan Dahan Mampu Bergelantungan Selincah Monyet

banner 468x60

JAKARTA – Macan dahan atau yang dikenal dengan nama macan dahan kontinental (Neofelis nebulosa) merupakan hewan pemburu yang istimewa. Macan Dahan merupakan salah satu jenis kucing berukuran sedang, dengan panjang tubuh mencapai 95 cm, mampu bergelantungan di dahan pohon dengan kelincahannya seperti kera.

Macan dahan dapat memutar sendi pergelangan kakinya hampir 180 derajat dan membunuh dengan menggigit bagian belakang leher mangsanya dengan gigi besarnya. Macan dahan diketahui memiliki gigi dan taring mirip pedang untuk menangkap mangsa, seperti primata dan hewan pengerat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Gaya hidup arboreal telah mengadaptasi macan dahan untuk memiliki pergelangan kaki luar biasa yang dapat berputar hampir 180 derajat. Fleksibilitas yang luar biasa dari sendi-sendi ini memungkinkan macan dahan untuk turun terlebih dahulu ke dalam batang pohon.

“Macan dahan yang hidup di hutan lebat di Asia Selatan dan Tenggara menunjukkan adaptasi yang luar biasa terhadap kehidupan di puncak pohon,” Wai-Ming Wong, direktur ilmiah konservasi kucing kecil di Pantera.

Macan dahan memiliki kaki yang pendek dan gemuk, tubuh kecil berukuran antara 69 hingga 108 sentimeter, dan ekor yang panjang. Merupakan kucing dengan ekor yang lebih panjang dari ukuran tubuhnya, untuk membantunya menjaga keseimbangan di pepohonan. Beratnya bisa antara 11 dan 23 kilogram.

Macan Dahan juga memiliki gigi taring atas terbesar dari semua kucing yang hidup, sebanding dengan ukuran tubuhnya. Sebuah penelitian yang diterbitkan pada 6 Oktober di jurnal Science Advances menemukan bahwa bentuk gigi macan dahan mirip dengan beberapa spesies bertaring tajam yang telah punah.

Saat menangkap mangsa besar, macan dahan tidak membunuh dengan gigitan di tenggorokan, tidak seperti sepupu kucing besar lainnya. Sebaliknya, macan dahan menggigit bagian belakang leher untuk membunuh mangsanya, sehingga merusak sumsum tulang belakang.

Pada tahun 2006, peneliti menemukan bahwa macan dahan sebenarnya adalah dua spesies berbeda, yaitu macan tutul sunda (Neofelis diardi), endemik di pulau Sumatera dan Kalimantan. Baik populasi Neofelis diardi maupun Neofelis nebulosa dianggap rentan dalam Daftar Merah Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN).

“Deforestasi mengancam sebagian besar habitat di seluruh wilayahnya. “Penting untuk mengembangkan rencana pengelolaan konservasi yang efektif yang mencakup beragam pemangku kepentingan, mulai dari masyarakat lokal hingga lembaga pemerintah, untuk menjaga masa depan spesies karismatik ini,” tambah Wong.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *