Peradangan Mata Bisa Jadi Tanda Autoimun, Ini Bedanya dengan Gangguan Mata Ringan

banner 468x60

Liputan6.com, Jakarta – Ada sejumlah gejala infeksi mata yang menandakan adanya penyakit pada sistem kekebalan tubuh penderita, menurut ahli imunologi penyakit menular. Reina La Destia Nora, PhD, Spie M (K). Menurutnya, mata bisa menjadi cerminan keadaan tubuh.

Mata bisa menjadi cerminan dari apa yang terjadi pada tubuh kita, termasuk penyakit yang bersifat sistemik pada sistem imun atau seluruh tubuh, misalnya lupus, kata Rena dalam presentasi online di Jakarta, Jumat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dokter tersebut bekerja di bawah bimbingan Dr. Rumah Sakit Umum Pusat Nasional. Lebih lanjut Septo Mangunkosumu menjelaskan, autoimun merupakan penyakit dimana sel imun menyerang tubuh sendiri dan dapat menyerang berbagai bagian tubuh termasuk mata.

Namun, tidak semua radang mata disebabkan oleh penyakit autoimun, kata Raina. Ini bisa menjadi masalah mata medis yang sederhana.

“Misalnya konjungtivitis atau infeksi pada konjungtiva, gejalanya memang mata merah, tapi biasanya disertai cairan mata (cairan mata), dengan orang sekitar, tidak ada warna hitam. Ini di rumah. Obati dengan kompres dingin atau kompres mata. tetes,” kata Raina.

Jika kondisi mata tidak disertai penglihatan kabur dan membaik dalam dua atau tiga hari setelah perawatan di rumah, kemungkinan kondisi tersebut tidak berhubungan dengan penyakit autoimun.

Sebaliknya, kondisi mata yang mengalami infeksi akibat penyakit autoimun terjadi pada kedua mata dengan waktu dan intensitas yang berbeda. Misalnya mata kanan yang terinfeksi terlebih dahulu, baru mata kiri.

Oleh karena itu, Rena menyarankan Anda untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami infeksi pada salah satu mata sebelum berdampak pada kedua mata. Skrining diperlukan untuk mencegah memburuknya peradangan dan risiko gangguan kesehatan lainnya.

“Penanganan yang cepat dan tepat bisa mencegah lebih lanjut (parahnya peradangan). Apalagi jika hanya salah satu mata yang terkena, sebaiknya segera diobati agar mata lainnya tidak terkena,” ujarnya. Rina.

Ada banyak pengobatan yang bisa diberikan pada pasien infeksi mata yang ditandai dengan penyakit autoimun, misalnya pasien sindrom Sjorgen akan diberikan obat khusus oleh dokter spesialis penyakit dalam.

Meski sebagian besar penyakit autoimun tidak dapat disembuhkan, dokter akan berusaha mengendalikan peradangannya agar tidak memperburuk kondisi pasien dan memberikan obat bila diperlukan.

Penyakit autoimun tidak mungkin dicegah karena bersifat genetik. Namun, ada cara untuk mengurangi risiko tersebut, seperti pola makan, menurut Direktur Departemen Alergi-Imunologi Departemen Penyakit Dalam RS Septo Mangunkusumu, dr. Dr Sukamto Koesnoe, SpPD-KAI, tentang berbagai. kesempatan

“Dengan mengonsumsi makanan yang sehat, seimbang dan teratur, kaya antioksidan dan nutrisi, dapat menurunkan risiko penyakit autoimun,” ujarnya dalam diskusi online yang diselenggarakan RSCM, Kamis.

Sokamto mengatakan, meski penyakit autoimun disebabkan oleh faktor genetik, namun dengan mengutip sejumlah teori, makanan tertentu mengandung zat berbahaya di dalam tubuh, seperti radikal bebas, yang dapat mengubah sistem imun — sistem imun seseorang.

Sukamto menganjurkan agar masyarakat menerapkan pola makan sehat, termasuk penggunaan probiotik seperti yogurt dan kefir yang mendukung sistem kekebalan tubuh. Probiotik juga diketahui bermanfaat bagi kesehatan sistem pencernaan dan tubuh secara umum.

Selain itu, Sukamto menganjurkan olahraga untuk membantu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan menjaga berat badan yang sehat.

“Ketika berat badan meningkat, peluang terkena penyakit autoimun semakin besar,” ujarnya.

Cara lain untuk mengurangi risiko terkena penyakit autoimun antara lain dengan tidak merokok, tidur malam yang cukup dan mengelola stres karena stres kronis sangat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.

“Jadi jika Anda memiliki riwayat penyakit autoimun dalam keluarga, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan dan diagnosis dini,” saran Sokamto.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *