Respon Dekan Hukum Unand soal Kasus Dugaan Pelecehan Seksual oleh Dosen

banner 468x60

Dekan Fakultas Hukum Padang – Universitas Andalusia Padang Sumatera Barat Dr. Ferdi mengatakan, pihaknya mendapat laporan adanya dugaan pelecehan seksual terhadap salah satu dosen di kampusnya yang berinisial “Z”. . Kebenaran mengenai kecelakaan tersebut kini sedang diselidiki.

Ferdi dalam keterangan resminya mengatakan, “Kami sebagai pimpinan lembaga menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Kami mendukung hukum dan norma etik. Langkah awal sudah diambil. Kami sudah meminta informasi awal kepada informan di bidang sosial. media.” Pengumuman Selasa 13 Juni 2023.

Fardi bahkan menyatakan, guru yang dimaksud akan dipanggil dan dimintai keterangan dalam waktu dekat. Proses ini dilakukan sesuai Peraturan Onand Universitas tentang Kode Etik Dosen dan Mahasiswa Nomor 25 Tahun 2022.

Fardi mengatakan: “Hasil ujian nanti akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Universitas Al-Andalus.”

Diketahui, Universitas Andalus kembali diguncang isu pelecehan seksual. Pelaku diduga seorang dosen fakultas hukum berinisial “Z”. Isu ini menjadi viral setelah akun Instagram Unand Info memposting foto dengan watermark “Jangan Tangkap Saya Pak”.

Akun info Unand dalam narasi pendukungnya menjelaskan, peristiwa dugaan pelecehan seksual yang dilakukan dosen bernama “Z” ini terungkap setelah salah satu korban berinisial “S” mengutarakan keprihatinannya di media sosial.

Berdasarkan keterangan korban, ternyata pelaku yang diketahui belum menikah ini banyak melakukan pelecehan terhadap siswi yang sedang mengikuti pelajaran yang diajarkannya.

Korban “S” mengaku mendapat pelecehan sejak awal semester II tahun 2023, saat “Z” sedang mempelajari mata kuliah yang diambil korban “S”.

Akun info Unand juga menyebutkan, terduga pelaku sebelumnya telah mendapat surat teguran dari pihak kampus terkait kasus tersebut. Namun, terduga pelaku kembali melakukan hal serupa. Korban mengatakan Z berkata: “Kamu mau ketemu sanak saudaramu” atau “Kenapa kamu tidak ikut dengan saya?” Dia terganggu oleh kata-kata dan tindakannya.

Ia juga menuturkan, korban kerap merasa cemas saat kuliah karena takut berhadapan dengan pelaku. S.co.id 9 Desember 2023 Dia berkata: “Karena kalau ayahnya melihat saya, dia akan menelepon saya.”

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *