Sekolah TK-SMA Ikut-ikutan Bikin Acara Wisuda, Ini Kata PGRI

banner 468x60

Jakarta – Sumardiansyah Perdana Kusuma, Ketua Pengurus Besar Departemen Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), turut mengomentari tren kelulusan dari TK hingga SMA.

Menurutnya, hakikat wisuda biasanya tidak diukur dari perayaannya, melainkan dari proses dan hasil yang diperoleh sebagai bagian dari pengalaman penting selama masa sekolah.

Ia berharap agar seseorang dapat memikirkan sejauh mana ia dapat mengembangkan dan mengembangkan keterampilan yang telah diperolehnya, sehingga dapat bermanfaat dalam kehidupan nyata.

“Misalnya untuk PAUD, TK, dan SPS (Satuan PAUD Serupa) yang usianya tidak begitu mendesak, mereka belajar 1 atau 2 tahun hingga ada kelas kelulusan,” ujarnya saat dikonfirmasi media. kru, Sabtu 17 Juni 2023.

Padahal, menurut Kusuma, upacara wisuda siswa sekolah harus dilakukan secara adil dan cerdas.

Banyak sekolah yang memaksa siswanya untuk menghadiri wisuda

Selain itu, Kusuma mengatakan, saat ini sekolah banyak mengadakan upacara wisuda yang mengakibatkan anak atau orang tua harus mengeluarkan biaya tertentu.

Kusuma mengatakan, penyelenggaraan wisuda bisa menimbulkan diskriminasi baru. Sebab, lanjutnya, biaya yang diminta tidak sesuai untuk siswa dari keluarga berpenghasilan rendah.

“Jika diberlakukan maka dapat menimbulkan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran sekolah,” jelasnya.

Namun, kata dia, pemerintah bisa mengambil jalan tengah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Caranya bukan dengan melarang wisuda, tapi mengaturnya.

Untuk menyelenggarakan wisuda sekolah ini, pemerintah dapat mengeluarkan petunjuk atau pedoman penyelenggaraan wisuda dengan catatan. Misalnya dengan mengadopsi ciri sekolah negeri dan swasta, pengelolaannya dilakukan secara transparan dan akuntabel.

“Prinsip utama wisuda tidak boleh mengarah pada perilaku hedonis, memaksa dan membebani orang tua, menimbulkan diskriminasi, dan membuka peluang pungutan liar. Asalkan prinsip-prinsip tersebut tidak dilanggar, wisuda kalau mau diselesaikan tidak apa-apa,” Electron mengembangkan sistem pemerintahan berbasis e-based” simpulnya: 4 hal inilah yang menjadi fokus utama sistem e-Government (SPBE) dan menekankan untuk berperan penting dalam mencapai tujuan Indonesia maju dan berdaya saing. goseo.id.co.id 6 Desember , 2023

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *