Teori Turning, Bukti Integrasi Ilmu Matematika dalam Pergerakan Ekor Sperma

banner 468x60

JAKARTA – Ilmu reproduksi dan matematika ternyata bisa dipadukan, terbukti dengan adanya Turn Theory yang mengamati pergerakan ekor sperma dengan pola tertentu saat bergerak.

James Cash dan seorang siswa bernama Alan Turning baru-baru ini menerbitkan penelitian di jurnal Nature Communications yang menunjukkan bahwa ekor sperma, juga dikenal sebagai flagela, menciptakan pola saat bergerak, dan pola ini dijelaskan oleh prinsip Turning.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Berdasarkan Phys.org, Kamis (30/11/2023), pola yang tercipta dari interaksi kimia telah menghasilkan berbagai bentuk dan warna seperti spiral, garis, dan bintik. Mereka ada dimana-mana dan diyakini berada di balik cetakan binatang seperti zebra dan macan tutul, lingkaran biji pada kelopak bunga matahari, dan pola yang dibuat di pasir pantai.

Pada cambuk, studi desain ini menggunakan skala molekuler untuk mengubah bentuk secara efektif. Gerak ini menggunakan energi dalam suatu bentuk dan mengubahnya menjadi kerja mekanis, sehingga menghasilkan gerak. Mekanisme ini merupakan struktur yang indah, geometris, dan halus yang panjangnya dapat mencapai 0,05 milimeter pada sperma manusia, yaitu sekitar setengah lebar rambut manusia.

Penelitian ini sebagian terinspirasi oleh temuan ilmiah yang menunjukkan bahwa cairan di sekitarnya memiliki pengaruh kecil terhadap pergerakan flagel sperma. Untuk menyelidiki hal ini, ia menciptakan kembaran digital flagel sperma di komputer.

Bentuk ini merupakan bagian representasi pada komputer yang harus berperilaku identik dengan aslinya. Pekerjaan kompleks ini dilakukan oleh James F. CAS di Polymaths Lab menggunakan kombinasi model matematika, simulasi dan model fitting.

Hal ini menunjukkan bahwa gelombang pada ekor sperma terjadi secara spontan, tanpa pengaruh lingkungan. Karena cambuk ini memiliki mekanisme yang sangat sederhana sehingga memungkinkannya berenang bahkan di cairan dengan viskositas paling rendah sekalipun.

Prinsip matematika yang sama yang menjelaskan bagaimana pergerakan ekor sperma juga berlaku pada silia. Tonjolan seperti benang yang ditemukan pada banyak jenis sel biologis mendorong cairan di sepanjang permukaan. Studi tentang pergerakan flagela juga dapat membantu untuk lebih memahami silia, penyakit yang disebabkan oleh silia yang tidak efektif.

MG/Athya Ramdhan

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *