Tips Mencegah Akun Dibajak Seperti YouTube DPR

banner 468x60

goseo.id Tekno – Beberapa hari lalu, akun YouTube resmi DPR RI menayangkan live streaming game online selama beberapa jam. Hal ini menyebabkan saluran mereka dihapus untuk proses pemulihan.

Dalam dunia keamanan siber, peretasan saluran YouTube DPR RI bukanlah hal yang aneh. Mode peretasan ini disebut Deface atau Defacement.

Deface mengacu pada tindakan merusak atau mencuri tampilan sesuatu untuk mengirim pesan atau mengganggu fungsi normalnya.

Di dunia digital, korupsi sering terjadi pada akun media sosial, website, bahkan data pribadi. Peretasan juga dapat menyebabkan gangguan aktivitas digital, kerusakan reputasi dan privasi, serta ancaman keamanan.

“Kita harus waspada dan memahami risiko serangan di dunia digital,” kata Andr Hutama Putra, pakar keamanan siber dan Direktur PT ITSEC Asia Tbk.

Dia mengatakan dalam keterangan resmi pada Sabtu, 9 September 2023: Perusahaan “.

Untuk membantu pengguna melindungi akun digital korporat atau perusahaannya, PT ITSEC Asia Tbk menawarkan tips dan trik untuk melindungi dan mengelola aset digital dari mereka.

Menetapkan prosedur operasional standar (SOP) pengelolaan akun digital

Dalam organisasi atau perusahaan yang mengelola akun digital seperti website atau media sosial, penting untuk menetapkan dan menerapkan SOP keamanan siber yang ketat.

Pasalnya, penyalahgunaan atau kebocoran bisa saja terjadi dari pihak karyawan atau bahkan anggota organisasi. SOP diperlukan untuk menghindari pembukaan tautan sewenang-wenang ke pengaturan manajemen izin atau manajemen akun dan pedoman tindakan untuk administrator, serta pengaturan keamanan perangkat dan manajemen risiko keamanan.

Gunakan kata sandi yang kuat

Penjahat dunia maya menggunakan teknik canggih, seperti serangan jahat atau serangan kamus, untuk memecahkan kata sandi atau kata sandi yang lemah.

Kata sandi yang kuat dengan kombinasi huruf besar dan kecil, angka, dan karakter khusus membuatnya sulit ditebak dan diretas. Mengganti password secara berkala juga penting dalam menjaga keamanan akun.

Kata sandi harus diperbarui setiap 3-6 bulan atau setiap bulan untuk lembaga atau organisasi dengan kredensial sensitif untuk menghindari kemungkinan kebocoran kata sandi.

Aktifkan otentikasi dua faktor

Proses ini dapat menambah lapisan keamanan ekstra pada akun. Bahkan jika seseorang mencuri kata sandinya, mereka tidak akan dapat mengakses akun tersebut tanpa proses otentikasi dua faktor, seperti kode satu kali.

2FA juga mengurangi risiko serangan brute force dan mempersulit peretas untuk mengakses akun. Identifikasi dan gunakan fitur keamanan pada platform media sosial untuk melindungi akun.

Fokus pada penggunaan perangkat dan pembaruan keamanan

Saat mengelola situs web atau media sosial suatu organisasi, sangat penting untuk memahami pedoman penggunaan alat non-peretasan.

Pastikan komputer, ponsel, dan perangkat lain Anda selalu diperbarui dengan patch keamanan terbaru dan perangkat lunak anti-virus untuk mencegah infeksi.

“Organisasi dan perusahaan harus mengelola risiko keamanan siber karena insiden peretasan dapat berbahaya dan merusak reputasi, operasional, dan keuangan mereka,” jelas Andrey. Petrus Selestinus, Ahli sekaligus Koordinator Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), kembali menegaskan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90/PUU-XXI/2023. goseo.id.co.id 6 Desember 2023

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *