Universitas Prasetiya Mulya Dipercaya Jadi Tuan Rumah ASEAN Youth Agenda (AYA) 2023

banner 468x60

goseo.id Edukasi – Universitas Prasetia Mulya bersama Indonesia Youth Diplomacy (IYD) dipercaya menjadi tuan rumah ASEAN Youth Agenda (AYA) 2023 sebagaimana diamanatkan Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Luar Negeri.

Acara ini merupakan wujud komitmen Universitas Prasetia Mulya dalam mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam pembangunan dan inovasi khususnya di kawasan ASEAN.

Dalam rangkaian kegiatan AYA 2023, Universitas Prasetia Mulya dan IYD menyelenggarakan ASEAN Youth Innovation Challenge (YIC) 2023 yang terdiri dari dua tahap kompetisi final, yaitu Policy Case Competition (PCC) dan Business Collaboration Competition (BCC). . )

Profesor Dr. Dr. Selaku rektor Universitas Prasetia Mulya, Digisman S. Simandjantak dalam sambutan pembukaannya menjelaskan bahwa ASEAN dinilai sebagai kawasan dengan kinerja terbaik yang mengutamakan rasa persatuan dan mampu menciptakan jaringan dialog eksternal yang luas.

“ASEAN memiliki keberagaman mulai dari sumber daya alam hingga budaya yang dapat membawa kita sebagai pusat pembangunan, namun ASEAN masih menghadapi berbagai tantangan. Oleh karena itu, sebagai pendidik – saya menekankan pentingnya peran generasi muda dalam perubahan dan waspada, gigih. Cari dan cerdas memainkan peran ASEAN,” ujarnya baru-baru ini di kampus BSD, Universitas Prasetia Mulya.

KEKUATAN ASEAN: Kolaborasi dalam Keberagaman, tema AYA 2023 berfokus pada mempengaruhi negara-negara di kawasan ASEAN melalui diplomasi dan kolaborasi dengan generasi muda dengan tiga tujuan utama, seperti rekomendasi kebijakan bagi para pemimpin negara ASEAN, yang telah menciptakan Kolaborasi Bisnis yang Dipimpin Pemuda Inisiatif, dan menjadikan AYA 2023 sebagai forum tahunan untuk meningkatkan partisipasi pemuda dalam kepemimpinan masa depan ASEAN.

Dipaparkan oleh Noer Hasan Wirajuda, Dekan Fakultas Hukum dan Kajian Internasional Universitas Prosetia Mulya, Kepala Pusat Kajian Kebangsaan Indonesia Universitas Prosetia Mulya selaku mantan Menteri Luar Negeri RI, mengangkat tema Destigmatisasi: Krusialnya Partisipasi Pemuda dalam Mengatasi Masalah Global Telah diamati bahwa negara-negara di kawasan Asia Tenggara telah mencapai tujuan yang berbeda melalui pembentukan ASEAN.

Seperti perdamaian dan keamanan antar negara-negara di kawasan Asia Tenggara agar dapat lebih fokus pada pembangunan ekonomi yang menjadikan ASEAN sebagai kawasan ekonomi paling dinamis di dunia dan memiliki potensi besar untuk berperan sentral di Asia dan menjadi internasional.

“ASEAN telah menjadi kawasan regional yang semakin kuat. “Sebagai penerus ASEAN di tahun-tahun mendatang, generasi muda memiliki peluang yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya untuk membawa ASEAN di mata dunia, dengan tetap mengedepankan semangat bersaing dan kerjasama untuk berhadapan dengan yang lain,” lanjut Hassan. .

Policy Case Competition (PCC) bertujuan untuk menjadi forum bagi generasi muda ASEAN untuk mengekspresikan pandangan mereka mengenai isu-isu terpenting yang saat ini dihadapi ASEAN melalui kacamata kebijakan publik, sekaligus bertujuan untuk membangun dan memperkuat Business Cooperation Competition (BCC). Koordinasi jaringan dan bisnis. Negara-negara muda ASEAN melalui kolaborasi antara perusahaan besar, pemerintah dan lembaga pembangunan.

Setelah melalui serangkaian evaluasi, tim ‘Gapai’ asal Indonesia keluar sebagai juara pertama pada kategori BCC. CEO sekaligus pendiri Gapai Raditio Susilo yang merupakan alumnus Universitas Prasetia Mulya angkatan 2011 mengucapkan terima kasih kepada para juri yang telah mendukung ide tim Gapai untuk membantu tenaga kerja Indonesia mendapatkan pekerjaan di luar negeri.

“Tentunya saya dan tim sangat bersemangat mendapat kesempatan bekerja sama dengan perusahaan besar seperti Pertamina dan BNI Ventures,” kata Raditio.

Sedangkan kategori PCC terbagi menjadi tiga subkategori. Tim RSKJ (Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Indonesia) berhasil menjadi juara pertama kategori Masa Depan Pendidikan dan Pekerjaan, tim Elessian Leaders (University of Social Sciences and Humanities, Vietnam National University – Ho Chi Minh City) meraih juara pertama pada subkategori Literasi dan Inklusi Digital dan tim Ecovision (Universitas Yonsei, Universitas Nasional Singapura, dan Kementerian Kesehatan Brunei) menjadi juara pertama pada subkategori Transisi Energi.

Sebanyak 84 tim PCC dan 75 tim BCC dari berbagai perwakilan negara ASEAN berpartisipasi dalam ASEAN YIC PCC & BCC 20123 untuk menyelesaikan tiga dari lima topik prioritas dalam ASEAN Youth Agenda 2023, yaitu ketahanan pangan, ekonomi hijau, pendidikan dan masa depan pekerjaan., Ekonomi Hijau dan Kesehatan.

“Melalui penyelenggaraan AYA 2023 dan ASEAN YIC 2023, saya berharap generasi muda ASEAN tidak hanya mempererat hubungan antar negara dengan menjadi inovator generasi maju, tetapi juga menciptakan generasi tersebut dan mewujudkan ASEAN yang diperbarui. -ness’.” Terus menerus,” pungkas Prof Digisman Ketua BEM FH Ansaltra Diserang, Polisi Turun Tangan Polres Kendari Polda Sulawesi Tenggara (Saltra) selidiki dugaan penyerangan terhadap Ketua BEM Universitas Sultra. goseo.id.co. ID 7 Desember 2023

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *