Warga Tuminting dan BRI Ubah Lahan Timbunan Sampah Jadi Lahan Urban Farming ‘BRInita’

banner 468x60

MANADO – BRI terus menunjukkan komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan berbagi program yang benar-benar dapat mendorong perbaikan ekosistem lingkungan. Program BRINita (Pertanian Dalam Kota) merupakan wujud nyata tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendukung perbaikan ekosistem lingkungan.

Program yang dilaksanakan di beberapa wilayah Indonesia ini mengusung konsep pertanian yang memanfaatkan lahan seminimal mungkin di wilayah padat penduduk atau perkotaan. Salah satunya di Desa Tuminting, Kecamatan Tuminting, Kota Manado.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Max Pagamus, Kepala Departemen 4, Kel. Tuminting mengatakan, lahan yang digunakan sebelumnya kosong dan dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga. Karena mengganggu kebersihan dan keindahan lingkungan, lahan ini juga dijadikan sebagai tempat bercocok tanam atau urban farming.

“Dulu tempat ini adalah tempat pembuangan sampah, tempat orang membuang sampah. Sekarang sudah dijadikan taman kanak-kanak,” kata Max.

Lebih lanjut Max menjelaskan, lahan ekosistem pertanian perkotaan di Desa Tuminting saat ini dikelola oleh masyarakat setempat.

“Makanya negara ini ada, karena dikelola oleh masyarakat. Tujuan dibangunnya tempat ini adalah agar masyarakat dapat mengembangkan kegiatan pertanian, yang hasilnya nantinya dapat dibagikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar,” kata Max.

Di lahan seluas 10 x 30 meter di Kecamatan Tuminting IV, masyarakat menanam tanaman hortikultura seperti cabai rawit (kaya), paprika merah, tomat dan berbagai sayuran seperti terong, mentimun, labu kuning dan bok choy. Ada pula tanaman serai, kunyit, kemangi, jahe, serta tanaman berbiji buah seperti kedondong, jeruk, dan alpukat.

Selain itu masyarakat juga beternak ikan lele dan nila. Khusus ikan lele, warga menaruhnya di wadah seperti ember.

Lebih lanjut Max mengatakan BRInita di Kecamatan IV, Tuminting, Manado dapat membantu perekonomian masyarakat pada umumnya dan pada khususnya dapat menjadi wadah pertanian bagi warga.

“Jadi sangat membantu perekonomian masyarakat, misalnya dulu masyarakat ke pasar dengan uang Rp 5-10 ribu untuk kebutuhan masak, sekarang tidak perlu keluarkan setiap hari karena sudah ada pertanian perkotaan. masyarakat juga bisa menghemat pengeluaran, karena tidak perlu belanja,” kata Max.

Wakil Direktur BRI Catur Budi Harto dalam acara terpisah mengatakan, penerapan program BRI Peduli telah berdasarkan peraturan pemerintah dan standar ISO 26000. Program BRI Peduli berfokus pada empat pilar, yaitu sosial, lingkungan hidup, ekonomi dan hukum, serta tata kelola.

Melalui BRI Peduli, Perusahaan terus memenuhi komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan, salah satunya dengan penyaluran program yang benar-benar dapat berkontribusi terhadap perbaikan ekosistem lingkungan. Program BRInita merupakan salah satu wujud nyata komitmen BRI dalam menjaga lingkungan hidup di pusat kota yang memanfaatkan lahan sempit di perkotaan.

“Program ini tidak hanya dilaksanakan di satu titik saja, namun dilaksanakan di 21 titik di seluruh Indonesia. Dengan bantuan infrastruktur yang kami berikan, diharapkan program ini dapat terus menjadi wadah positif bagi masyarakat. “Diharapkan kisah-kisah inspiratif yang disampaikan warga Desa Tuminting Manado dapat ditiru dan diadopsi oleh kelompok lain,” tambah Catur.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *