Waspada, Ada Malware Perbankan Targetkan Pengguna Android di Asia Tenggara

banner 468x60

Liputan6.com, Jakarta – Peneliti keamanan siber telah menemukan malware Android terbaru yang dikenal dengan nama FjordPhantom. Malware tersebut menyasar pengguna di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Thailand, dan Vietnam sejak awal September 2023.

Didistribusikan terutama melalui layanan pesan, malware ini menggabungkan program berbasis virus dengan teknik rekayasa sosial untuk mengelabui nasabah bank.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Perusahaan keamanan aplikasi seluler Promon mengatakan jaringan penyerang menggunakan email, SMS, dan aplikasi perpesanan untuk memikat penerima agar mengunduh aplikasi perbankan palsu.

Para korban kemudian dijadikan target dengan teknik rekayasa sosial yang mirip dengan serangan yang diarahkan melalui telepon (TOAD), di mana mereka diberikan petunjuk langkah demi langkah tentang cara menjalankan perangkat lunak jahat tersebut dengan melakukan panggilan palsu.

Fitur utama virus FjordPhantom adalah kemampuannya mengeksekusi kode berbahaya tanpa terdeteksi. Hal ini memungkinkan malware ini dilindungi di sandbox Android.

Sebagai tanggapan, juru bicara Google mengatakan bahwa pengguna dilindungi oleh Google Play Protect. Play Protection melindungi pengguna dari malware, baik dari Play Store maupun aplikasi yang diunduh dari sumber lain.

Sementara itu, peneliti keamanan Benjamin Adolfi mengatakan metode serangan yang digunakan FjordPhantom menggunakan teknik virtualisasi yang tidak memerlukan akses root.

Seperti dikutip TheHackerNews pada Rabu 12 Juni 2023, hal ini memungkinkan malware memperoleh informasi sensitif pengguna berdasarkan layar yang ditampilkan di ponsel pengguna.

Berkat keahlian teknisnya, FjordPhantom dapat menginstal aplikasi perbankan yang sah dalam wadah virtual, mengekstrak informasi sensitif, dan mengubah perilaku aplikasi untuk menghindari deteksi.

Ancaman ini menunjukkan bahwa pengguna perangkat Android di kawasan Asia Tenggara perlu lebih berhati-hati.

MLAWARE, PONSEL PINTAR mempunyai banyak kemudahan bagi penggunanya. Namun, di luar itu, terdapat tantangan bagi pengguna teknologi ini. Misalnya malware dan virus berbahaya yang mengancam privasi dan keamanan.

Kutipan dari Gizchina Minggu 12 Maret 2023 Malware mencakup berbagai perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk mengganggu, merusak, dan mencuri data dari perangkat.

Malware adalah perangkat lunak yang mereplikasi dan menyebar dari satu perangkat ke perangkat lainnya, biasanya melalui lampiran email atau situs web yang terinfeksi.

Perlu diingat bahwa ada beberapa jenis malware yang biasa menyerang perangkat seluler.

1. Periklanan

Malware jenis ini sering membombardir pengguna dengan iklan mengganggu yang menghasilkan pendapatan bagi pembuat malware.

2. Perangkat mata-mata

Seperti namanya, malware jenis ini melacak aktivitas pengguna seperti mata-mata, secara diam-diam melacak riwayat penelusuran, data lokasi, dan informasi pribadi.

3. Perangkat Lunak Ransomware

Ransomware akan mengenkripsi file di perangkat Anda dan meminta uang tebusan untuk mendekripsinya.

4. Trojan

Trojan sering kali menyamar sebagai program sah untuk mendapatkan akses ke perangkat. Peretas akan mencuri informasi pengguna atau memasang malware lainnya.

Gejala malware ini memang bisa dikenali. Misalnya saja menampilkan iklan dan pop-up yang tidak diinginkan di smartphone. Apalagi saat browsing internet, pengguna seringkali diarahkan ke website asing.

Masalah pengurasan baterai dan kinerja mungkin mengindikasikan serangan malware pada perangkat Anda. Selain itu, munculnya tagihan seluler secara tiba-tiba, seperti SMS atau panggilan telepon, merupakan tanda serangan malware.

1. Unduh program dari sumber resmi

Gunakan toko aplikasi resmi seperti Google Play Store atau Apple App Store untuk mengurangi risiko mengunduh aplikasi berbahaya.

2. Baca lisensi aplikasi dengan cermat

Sebelum memasang aplikasi, tinjau dengan cermat izin yang diminta. Hindari memberikan terlalu banyak izin, terutama jika izin tersebut tampaknya tidak terkait dengan fungsi aplikasi.

3. Selalu perbarui perangkat lunak dan aplikasi perangkat Anda

Perbarui sistem operasi ponsel cerdas Anda dan aplikasi yang terinstal secara berkala untuk menambal kerentanan keamanan dan melindungi dari ancaman yang diketahui.

4. Hindari membuka link dan lampiran yang mencurigakan

Berhati-hatilah saat mengeklik tautan atau membuka lampiran di email atau pesan teks, meskipun berasal dari sumber tepercaya.

5. Instal perangkat lunak keamanan seluler tepercaya

Pertimbangkan untuk memasang aplikasi keamanan seluler andal yang memindai malware, memblokir aktivitas mencurigakan, dan menawarkan perlindungan real-time.

Selain berbagai cara melindungi smartphone dari serangan malware yang disebutkan di atas, masih ada beberapa cara tambahan yang bisa dilakukan pengguna. Misalnya, mengaktifkan kata sandi yang kuat dan autentikasi dua faktor untuk lapisan keamanan ekstra.

Bagi pengguna yang sering menggunakan Wi-Fi publik, ada baiknya berhati-hati dengan ponsel cerdas Anda, baik saat membuka aplikasi perbankan online maupun melakukan transaksi belanja online.

Selain itu, penting untuk mencadangkan data Anda secara rutin ke layanan penyimpanan cloud yang andal atau ke hard drive eksternal jika terjadi infeksi malware. Langkah ini bisa menjadi langkah pencegahan jika smartphone hilang.

Memperbarui sistem operasi perangkat Anda adalah salah satu tindakan pencegahan terhadap malware. Produsen secara rutin merilis pembaruan perangkat lunak untuk mengatasi kerentanan keamanan dan masalah umum lainnya.

Jadi menginstal pembaruan dapat melindungi perangkat Anda.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *