Wisuda Poltekip dan Poltekim, Yasonna Laoly: Tinggalkan Kultur Feodal dalam Pelayanan Publik

banner 468x60

JAKARTA: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kim Ham Utama) Yasonna H Laoli kembali mengingatkan seluruh jajaran Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kim Ham Utama) akan tugas pokoknya sebagai pejabat publik. Yasona menyerukan untuk meninggalkan budaya feodal dalam pelayanan masyarakat.

Di akhir perkuliahan, 310 wisudawan Politeknik (Politeknik) dan 295 wisudawan Politeknik (Politeknik) Yasona menegaskan dirinya sebagai pimpinan lembaga. Harus bisa menjadi preseden bagi lingkungan di masa depan. Ini bisa terjadi. Kementerian bisa lebih baik lagi dan memberikan warisan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Kalian adalah abdi negara, bukan penguasa negara, bukan penguasa rakyat! Tinggalkan budaya feodal dalam pemberian pelayanan publik. Kalian adalah abdi rakyat. Ingat dan ingatlah ini dalam-dalam. !” tegas Yasonna saat acara pengukuhan Rapat Wisuda Senat Mahasiswa Politeknik Angkatan LIV dan Angkatan XXII Tahun 2023.

Sebagai Pegawai Negeri Sipil (ASN), para lulusan ini harus bersedia dan siap ditempatkan di mana pun, jika diperlukan, hingga ke daerah terpencil.

“Anda adalah abdi negara. Sebentar lagi Anda akan menerima surat keputusan tentang penempatan Anda. Jangan mengeluh. Kalau Anda menjauh, itu bagian NKRI yang juga harus Anda persiapkan. Senang sekali bisa mengabdi. ” dia berkata

Yasona mengingatkan, tidak ada cara cepat untuk menjadi pemimpin. “Dewasakan diri, tidak ada yang sementara, segala sesuatu untuk menjadi pemimpin harus dipelajari melalui pengalaman yang panjang.

Sebelumnya, Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia (BPSDM) Ivan Kurniawan mengatakan, wisuda tersebut merupakan puncak dari empat tahun kegiatan belajar mengajar setelah proses akademik di Poltekip dan Poltekim.

“Pada masa pandemi, proses pembelajaran dilakukan secara virtual atau jarak jauh. Sedangkan proses pelatihan dan perawatan dilakukan bekerjasama dengan dinas setempat dan Unit Teknis Pemasyarakatan dan Imigrasi,” jelas Ewan.

Dari 310 wisudawan Diploma IV Poltekip tersebut, sebanyak 96 orang berasal dari program Prodi Manajemen, 117 orang dari program Teknik Pemasyarakatan, dan 97 orang dari program Bimbingan Masyarakat.

Dari 295 lulusan program Diploma IV Poltekim, 42 orang dari program Manajemen Keimigrasian, 89 orang dari program Administrasi Keimigrasian, dan 164 orang dari program Hukum Keimigrasian.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *